fbpx

[Terbukti] Cara Budidaya Belut yang Menghasilkan Jutaan Rupiah

5 min read

budidaya belut

Belut merupakan jenis ikan air tawar yang yang dapat dikonsumsi. Walaupun belut memiliki cara hidup yang menggelikan dan tubuhnya yang licin, ternyata budidaya belut sangatlan menguntungkan.

Pada tahun 1979 belut mulai dikenal, digemari, dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia, bahkan belut ini menjadi salah satu komuditas ekspor yang berpengaruh.

Belut sendiri mempunyai pangsa pasar yang cukup luas, permintaan ketersediaan akan daging belut dari tahun ketahun terus meningkat.

Hal tersebut dikarenakan maraknya usaha kuliner yang mejadikan belut sebagai menu utama dalam usaha nya tersebut.

Belut memiliki tiga jenis yang berbeda, yaitu belut sawah, belut rawa, dan belut laut. Budidaya belut yang akan saya bahas menggunakan belut sawah karena hanya belut tersebut yang mudah dibudidayakan dan memiliki cita rasa yang enak.

Lokasi Budidaya Belut

 

Sebelum pembuatan kolam dimulai, lokasi pembuatan kolam perlu diperhatikan.

Banyak orang yang memiliki pemikiran salah saat ingin memulai budidaya. Biasanya para pemula mempunyai tanah terlebih dahulu, baru tertarik untuk memulai budidaya belut.

Mereka tidak memperkirakan bahwa lahan tersebut layak atau tidak untuk belut, jadi hasil panennya pun tidak sempurna.

Luas lahan yang akan dibuat kolam harus diukur terlebih dahulu. Kemiringan lahan juga harus diukur, kemudian menentukan batas kolam yang akan dibuat.

BACA JUGA: Tata Cara Budidaya Burung Walet yang Benar

Syarat Lokasi Budidaya Belut

  1. Lokasi budidaya berada di ketinggian 0-1200 mdpl.
  2. Suhu air ideal 25-32°C.
  3. pH air 6- 9.
  4. Kadar Oksigen (O₂) terlarut 3- 5 ppm.
  5. Kadar Karbondioksida (CO₂) terlarut 5-15 ppm.

Setelah menemukan lokasi sesuai syarat ideal pembudidayaan belut, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan tempat budidaya belut.

Terdapat 3 jenis kolam yang dapat Sahabat Biru pilih, yaitu kolam tembok, kolam terpal, dan drum. Berikut ketiga jenis kolam tersebut.

Menggunakan Kolam Drum

drum plastik
carabeternakku.blogspot.com

Metode budidaya menggunakan drum memiliki sifat semi permanen. Jadi maksudnya, dalam jangka waktu tertentu Sahabat Biru harus mengganti drum tersebut, karena drum ini memiliki tingkat ketahan yang rendah.

Metode ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang baru mencoba atau sebagai trail error dalam pembudidayaan belut.

Langkah-langkah Pembudidayaan:

  • Sebelum menggunakan drum, bersihkan drum hinga benar-benar bersih. Pastikan bagian dalamnya bersih dan terhindar dari kotoran apapun.
  • Buatlah lubang memanjang pada bagian atas drum.
  • Tempatkan lah drum pada tempat yang datar. Walaupun di tempat yang datar, berilah pengganjal di bagian kanan dan kiri agar drum tidak terguling.
  • Terakhir, buat juga peneduh di atas drum agar belut tidak kepanasan dari paparan sinar matahari.

Agar pertumbuhan belut dapat maksimal, janganlan memasukkan bibit terlalu banyak. Cukup masukkan bibit dalam 1 drum sebanya 2 kg saja, dengan ukuran bibit belut sekitar 10-12 cm atau sekitar 200-400 ekor.

Menggunakan Kolam Terpal

kolam-terpal
gdmorganic.com

Penggunaan kolam terpal ini adalah yang paling efisien, karena kita bisa dengan mudah membongkar pasangnya.

Ukuran kolam terpal untuk semua jenis kegiatan tidak sama besarnya, yaitu :

Jenis kolam

Ukuran Kolam / cmKedalaman Kolam / cmDaya Tampung Belut

Kolam Penampungan Induk

200 cm X 200100

5 ekor/m²

Kolam pemijahan dan pendederan

200 cm X 200100

500 ekor/m²

Kolam pembesaran500 cm X 500120

250 ekor/m²

Pemisahan kolam antara anakan dan indukan diperlukan karena belut bersifat karnivora.

untuk mengetahui lebih detail mengenai cara membuat kolam terpal, Sahabat Biru bisa membacanya di sini.

Menggunakan Kolam Tembok

alamtani.com
alamtani.com

Kolam tembok merupakan kolam permanen yang dibangun dengan menggunakan semen atau batako.

Untuk membangun kolam tembok ini membutuhkan biaya yang lumayan tinggi jika dibandingkan dengan drum ataupun kolam terpal.

Namun, kolam tembok tahan terhadap kebocoran akibat hewan perusak kolam, serta dapat memudahkan dalam mengontrol air dan hewan pengganggu.

Tidak jauh berbeda dengan kolam terpal, ukuran idelnya kolam tembok yaitu disesuaikan dengan jumlah belut, yaitu 50 hingga 250 ekor belut per meter perseginya.

Jangan lupa untuk membuat sistem pembuangan air pada kolam tembok agar memudahkan dalam pengurasan air.

Media Pemeliharaan

media pemeliharaan budidaya belut
pixabay.com

Setelah kolam terpal tersebut disiapkan, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam terpal dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ketebalan lapisan sebagai berikut :

  • Jerami setinggi 10 cm
  • Pupuk Urea dan NPK secukupnya
  • Lumpur sawah setinggi 5 cm
  • Pupuk kandang setinggi 5 cm
  • Pupuk kompos setinggi 5 cm
  • Lumpur sawah setinggi 5 cm
  • Cincangan batang pisang setingggi 10 cm
  • Lumpur sawah setinggi 15 cm

Setelah itu, barulah dialirkan air ke kolam terpal secara perlahan-lahan sampai ketinggian 30-50 cm.

Media pemeliharaan tersebut didiamkan selama satu sampai dua minggu agar terjadi proses fermentasi.

Setelah itu baru siap untuk ditaburi bibit/benih belut sawah yang akan dibudidayakan. Bibit belut sawah bisa diperoleh di pengumpul/ penangkap belut, atau bisa juga kita melakukan pemijahan sendiri.

BACA JUGA: Cara Budidaya Jangkrik dengan Modal yang Kecil dan Mendapatkan Hasil yang Besar

Memilih Benih

benih belut
pixabay.com

Agar hal dari panen mendapatkan belut yang berkualitas, kita harus memiliki benit belut sesuai persyaratan berikut:

  1. Anggota tubuh belut tidak ada yang luka atau bekas gigitan.
  2. Gerakan tubuh belut agresif dan lincah.
  3. Tubuhnya keras dan tidak lepas saat dipegang
  4. Tubuhnya berwarna kecoklatan dan berukuran kecil.
  5. Umurnya berkisar antara 2-4 bulan.

Harus Sahabat Biru ketahui, bahwa belut mempunyai kelamin ganda. Belut akan melakukan pergantian kelamin dari betina ke jantan ketika usianya semakin tua.

Belut muda selalu berkelamin betina, sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan.

Ada kalanya belut mengalami masa kosong kelamin atau banci yang dikarenakan sifat-sifat belut yang  serupa. Dengan ketidak adaananya kelamin ini lah sering terjadi kanibalisme, saling membunuh dan memakan sesame jenisnya.

Jadi kita harus mengenali ciri belut jantan dan betina, cirinya sebagai berikut:

Ciri Induk Belut Jantan

  • Ukurannya lebih panjang dari betina, yakni mencapai 40 cm lebih.
  • Warna permukaan kulit abu-abu atau lebih gelap dari betina.
  • Bentuk kepala tumpul.

Ciri Induk Belut Betina

  • Berukuran panjang antara 20-30 cm.
  • Warna permukaan kulit lebih cerah atau lebih muda.
  • Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perutnya.
  • Bentuk kepala runcing.
  • Usianya dibawah sembilan bulan.

Cara Pemijahan Belut

cara pemijahan belut
pixabay.com

Cara pemijahanbelut atau cara mengawinkan belut dapat dilakukan dikolam buatan. Namun pemijahan tersebut tetap menggunakan cara alami. Artinya kondisi kolam wajib disamakan dengan habitat aslinya. Sehingga belut akan memijah dengan sendirinya.

Indukan yang dipilih untuk proses pemijahan haruslah memiliki kualitas yang baik. Sehingga hasilnya dapat maksimal.

Ciri-ciri Indukan Yang baik adalah:

  • Belut berusia 3-5 bulan
  • Belut lincah dan gesit
  • Kulit belut mulus tidak ada luka
  • Memiliki postur keras

Proses pemijahan dilakukan dalam area kolam seluas 1 m². Di isi 2 belut betina dan 1 belut jantan.

  • Masukkan indukan kedalam kolam. Jaga kualitas air dan ketersediaan pakan.
  • Berikan kakaban di permukaan kolam.
  • Belut tidak diketahui kapan kawin, namun ada tanda bila pemijahan telah dilakukan. Yaitu terdapat busa putih di permukaan air.
  • Jika selama 1 minggu tidak ada busa putih, ganti pasangan indukan.
  • Setelah mucul busa putih, dalam waktu 5 hari telur akan menetas menjadi larva.
  • Terakhir segera ambil larva dan masukkan kedalam kolam pendederan.

Pemberian Pakan dan Perawatan Belut

pangan belut
pixabay.com

Ini adalah langkah terakhir sebelum kita memanen belut yang kita budidayakan, yaitu perawatan dan pemberian pakan.

Perawatan yang dimaksud adalah dengan memperhatikan kolam dan media serta air kolam bibit belut mempunyai pH 5-7.

Selama masa pertumbuhan perubahan air menjadi basa sering terjadi dikolam. Air basa tampak merah kecoklatan, penyebabnya adalah akibat menumpuknya sisa pakan dan meningkatnya kadar amonia.

Jika terjadi seperti itu maka perlu dinetralisir dan sering diukur derajat pH nya.

Kemudian setelah pH dan Suhu air diperhatikan dengan teliti, maka yang akan membuat pertumbuhan belut cepat besar dan cepat panen adalah memperhatikan pakan belut.

Pakan yang bagus untuk pertumbuhan belut adalah pakan yang segar dan hidup, seperti :

  • Belatung dan bekicot
  • Ikan cetol
  • Ikan impun
  • Bibit ikan mas
  • Dan lain sebagainya

Pemberian pakan dilakukan sehari sekali di atas pukul 17:00.

Untuk menambah nafsu makan maka dapat diberi pula temulawak dan curcuma, temulawak ditumbuk dan direbus dengan air sebanyak 200 gram. Kemudian tiriskan dan tuangkan kedalam kolam atau drum.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan tambahan untuk merangsang pertumbuhan belut, namun sifatnya sering tidak pokok.

Pelet diberikan sekitar 3 kali dalam seminggu dengan dosis 5% dari bobot bibit yang dimasukan, jika bibit yang dimasukan 50 kg, maka pelet yang diberikan sekitar 2,5 kg.

Masa Panen Belut

panen belut
pixabay.com

Pemanenan dapat dilakukan setelah berumur 3 bulan atau kapan saja sesuai dengan kebutuhan.

Sebaiknnya, pemanenan dilakukan pada pagi hari, yakni antara pukul 06.00 – 07.00 belut sudah beristirahat dan dapat segera dibawa kepasar atau ketempat pemesan.

Selain itu, pada pagi hari biasanya belut masih dalam kondisi kenyang. Sehingga bila belut mengalami stres akibat pemanenan, belut masih dapat bertahan tanpa makan selama 2 hari.

Jadi diharapkan tidak mempengaruhi bobotnya atau mengalami penurunan bobot.

Hindarkan memanen belut pada malam hari, yakni ketika sedang aktif bergerak karena tentu akan menyulitkan proses pemanenan.

Sering kali belut melompat hingga keluar jaring atau media pemanenan dan dapat menyebabkan belut terluka.

Itulah cara budidaya belut yang benar dan bisa menghasilkan omset jutaan rupiah. Semoga dengan menerapkan cara budidaya di atas dapat membantu Sahabat Biru. Terimakasih.

BACA JUGA: Cara Ternak Kelinci yang Mudah [Terlengkap] Beserta Tips

%d blogger menyukai ini: