Burung Pemakan Daging [Terlengkap] Jenis, Ciri, Kebiasaan

4 min read

burung pemakan daging

Jenis-jenis burung sangatlah banyak tersebar di muka bumi ini. Ada burung yang bisa terbang, ada juga burung yang tidak bisa terbang. Ada burung pemakan daging, ada juga burung pemakan buah-buahan.

Jenis makanan pada burung tidak bisa kita golongkan secara umum, karena setiap jenis burung memiliki jenis makanannya sendiri. Contohnya saja burung elang, burung elang adalah burung pemakan daging, jadi ia hanya memakan hewan kecil yang jadi mangsanya.

Di pemabahasan kali ini saya akan membahas jenis-jenis burung pemakan daging. Maka dari itu mari kita simak pembahasan berikut.

Jenis Paruh Burung Pemakan Daging

burung pemakan daging fungsi paruh burung
pixabay.com

Semua makhluk hidup melakukan adaptasi terhadap lingkungannya. Termasuk adaptasi untuk menyesuaikan jenis makanannya.

Maka dari itu burung-burung memiliki bagian tubuh yang berbeda-beda antar satu sama lain. Di antaranya adalah perbedaan jenis paruh yang dimilikinya.

Paruh yang dimiliki setiap burung memiliki perbedaan antar satu dengan yang lainnya. Contohnya burung elang, paruh yang ia miliki lebih besar, kuat dan melengkung dibandingkan dengan paruh di semua jenis ayam.

Setiap bentuk paruh burung itu mempunyai kegunaan tersendiri menyesuaikan jenis makanan yang dibutuhkannya. Seperti pemakan biji-bijian, pemakan nektar bunga dan madu, pemakan daging, pemakan ikan, dan makanan lainnya.

Burung pemakan daging memiliki paruh yang pendek dan setengah melingkar hingga berbentuk runcing. Guna dari paruh tersebut berfungsi sebagai alat untuk mencabik-cabik mangsanya.

Para burung ini mencari mangsanya di udara serta di darat. Hewan yang mereka mangsa seperti burung-burung yang lebih kecil, kelinci, bahkan hingga berbagai jenis ular. Sungai, laut, sawah, dan rawa-rawa pun tidak lepas dari wilayah perburuan mereka.

Berikut di antara contoh jenis-jenis paruh burung beserta kegunannya.

Fungsi Cakar Burung

burung pemakan daging fungsi cakar burung
pixabay.com

Apa saja fungsi kaki dan cakar pada jenis burung pemakan daging?
Berikut fungsinya:

  • Mencengkram.
  • Berenang di air.
  • Berpegangan pada dahan.
  • Mengais dan mencakar.
  • Memanjat.

Jenis Burung Pemakan Daging

jenis burung pemakan daging
pixabay.com

Burung pemakan daging termasuk ke dalam hewan karnivora, yaitu hewan yang memakan daging hewan lain. Berikut jenis burung pemakan daging:

Elang Hitam

elang hitam
youtube.com

Elang Hitam atau dengan nama lain Indiana Black Eagle adalah burung berukuran sedang yaitu 70cm, namun tampak besar ketika terbang.

Elang ini cukup handal dalam hal bertarung sehingga memiliki survival rate yang cukup tinggi. Tersebar di ketinggian 300-2000 mdpl.

Elang ni juga cukup umum dijumpai di hutan primer hingga perkebunan, terkadang suka nyelonong masuk ke desa pinggir hutan.

Sesuai namanya, elang ini berwarna hitam kelam kecuali pada elang muda yang memiliki corak menyerupai Elang Brontok

Sayap elang yang menjari, kokoh, dan lebar membentang, terlihat sangat besar dengan ekor yang panjang. Elang ini ketika dewasa memilik warna bulu hitam pekat, kecuali pada ekor yang memilki corak agak kecokelatan.

Ketika remaja, dada elang hitam bercorak garis seperti Elang Brontok fase terang.

Kebiasaan elang hitam terbang soaring atau gliding sambil terkadang mengeluarkan suara. Bisa dibilang elang pemakan daging ini cukup aktif di pagi sampai siang hari.

Tapi terkadang terbang rendah di atas tajuk mencari mangsa berupa tikus, kadal, tupai, ayam, burung, kecil ,dan hewan-hewan kecil lainnya.

Elang Ular

elang ular
ayobogor.com

Elang Ular memilik nama lain Crested Sherpent Eagle

Burung elang ini berukuran sedang sekitar 50-60 cm, berisik dan sangat mudah dijumpai di semua ketinggian.

Jenis burung yang mudah beradaptasi ini bisa ditemui di berbagai macam habitat mulai dari hutan primer hingga di perkampungan penduduk.

Walaupun namanya elang ular, tapi elang tidak selalu memakan ular.

Ciri Khas dari elang ini adalah sayap yang membusur membentuk huruf “C”, membulat, dan memilki garis tebal berwarna putih di tepi sayap.

Ekor pendek terkadang membentuk seperti kipas. Bagian mata tidak berbulu berwarna kuning. Warna bulu dominan cokelat tua hingga hitam, tutul – tutul putih di dada dan perut.

Terbang soaring atau gliding di ketinggian atau terbang gerilya diantara tajuk untuk berburu adalah kebiasaan elang ini.

Elang ular ini juga sangat suka bersuara, ribut dengan siulan. Mangsa elang ini adalah ular, tikus, kadal, bajing dan hewan-hewan kecil lainnya.

Elang Jawa

elang jawa
m.republika.co.id

Javan Hawk Eagle adalh nama lain dari elang jawa ini. Burung yang berukuran 60cm ini sangat terkenal akan kelangkaannya.

Pada masa orde baru elang jawa dijadikan sebagai lambang negara Indonesia. Terlihat tampan dan gagah namun sebenarnya pengecut dan sangat mudah dikalahkan oleh elang jenis lain.

Habitatnya menempati hutan primer dan hutan skunder pada ketinggian 300 mdpl. Sesuai namanya, elang ini menjadi hewan endemik di Jawa.

Banyak orang mengira bahwa burung Garuda adalah spesies burung tersendiri. Sebenarnya, Elang Jawa adalah si Garuda itu sendiri.

Dengan kata lain, Garuda, lambang negara yang kita bangga-banggakan selama ini adalah sejenis Elang bernama Elang Jawa.

Elang ini memiliki ciri khas sayap membulat dan menekuk sedikit ke atas ketika soaring.

Kepalanya tidak terlalu kecil, proporsional dengan ekornya yang agak lebih panjang dari Elang brontok. Jambul khas di kepalanya terlihat saat hinggap.

Warna dominan cokelat merah, dada berwarna putih bercoret melintang pada burung dewasa dan cokelat polos pada burung muda. Beberapa ahli sering menyebutnya Nizaetus bartelsii.

Si Garuda ini memiliki kebiasaan terbang soaring atau gliding di atas tajuk untuk berburu. Sangat jarang bersuara, sangat pendiam dan anggun ketika terbang. Memangsa tikus, kadal, tupai, bajing, ayam hutan dan hewan-hewan kecil lainnya.

Elang Brontok

elang brontok
edubio.info

Changeable Hawk Eagle adalh nama lain dari elang brontok. Burung yang berukuran sedang sekitar 60cm ini, sangat mirip dengan Elang Jawa.

Sesuai namanya, burung ini memilki dua fase, yakni fase gelap dan fase terang.

Elang ini lebih tersebar luas dari saudaranya dan menempati habitat yang lebih beraneka ragam. Memiliki banyak ras dan banyak bentuk, ada yang berjambul, ada juga yang tidak.

Ada yang bilang nama virus brontok terinspirasi dari nama burung ini.

Beberapa ahli memasukkannya dalam genus Nizaetus, ada juga yang menyendirikan ras S. cirrhatus limnaetus menjadi ras tersendiri.

Ciri dari burung ini sayapnya membulat dan menekuk sedikit ke atas, mirip dengan saudaranya Elang Jawa. Bedanya, ekor yang agak lebih pendek, dua spot terang di sayap, serta garis vertikal di bagian dada pada fase terang.

Fase terang: Bagian bawah putih bercorak vertikal hitam mirip Elang hitam muda dan Elang Jawa. Bagian atas coklat pucat.

Fase peralihan: Bagian bawah keabu-abuan, bagian atas sama dengan fase terang.

Fase gelap: Berwarna hitam pekat mirip Elang Hitam dewasa, tapi tidak memiliki warna kuning di paruhnya.

Elang Laut Perut Putih

Elang Laut Perut Putih
pinterest.com

Sesuai dengan nama aslinya, nama lain dari elang ini adalah White bellied sea Eagle. Elang yang sangat spektakuler, dengan ukurannya yang sangat besar yaitu mencapa 70-85 cm.

Dengan ukurannya itu, elang ini bisa dibilang sebagai rajanya lautan. Elang laut perut putih tersebar di pesisir pantai dan terkadang masuk ke hutan dataran rendah. Ia juga memiliki catatan hidup di dataran tinggi.

Ciri Khasnya yang menonjol adalah ukuran yang sangat besar, sayap kokoh panjang dan lebar, kepala panjang serta ekor sangat pendek membentuk baji.

Warna dominan elang ini putih, sayap membentuk pola hitam bagian atas dan hitam-putih di bagian bawah.

Kebiasaan elang laut perut putih ini terbang rendah di atas air lalu menyambar mangsanya yang berupa ikan atau terkadang burung lain. Burung elang ini juga memiliki suara yang nyaring.

Itulah jenis-jenis burung pemakan daging. Sebenernya yang saya tunjukan hanya sebagian kecilnya saja, Karen masih banya jenis burung pemakan daging.

%d blogger menyukai ini: