Tata Cara Budidaya Burung Walet yang Benar

6 min read

cara budidaya burung walet

Mungkin sudah banyak dari kita yang mengetahui bahwa sarang burung walet memiliki banyak manfaat. Tapi hanya sedikit yang tahu bagaimana cara budidaya burung walet.

Budiaya burung walet adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menghasilkan pemasukan yang tidak sedikit. Hal tersebut dikarenakan banyaknya permintaan sarang burung walet.

Tapi, budidaya burung walet bukanlah hal yang mudah seperti cara budidaya ulat, jangkrik, kelinci, dan budidaya lainnya.

Berikut cara dan tips budidaya burung walet yang mudah.

Burung Walet

burung walet
pixabay.com

Burung walet merupakan burung berukuran kecil dengan warna tubuh dominan hitam dan memiliki sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing.

Kaki burung walet sangat kecil dan lemah sehingga tidak sanggup untuk hinggap ditanah maupun di pohon.

Burung walet mencari makan dengan memakan serangga yang sedang terbang di udara. Burung walet juga menyukai tempat tinggal yang cukup lembab. Mereka menggunakan atap rumah/gedung untuk menempelkan sarang sebagat tempat istirahat dan berkembang biak.

Jenis Sarang Burung Walet

sarang burung walet
pixabay.com

Sebelum memulai budidaya burung walet, kita harus mengetahui jenis-jenis sarang burung walet. Tidak semua burung walet menghasilkan sarang, dan tidak semua sarang burung walet bisa dikonsumsi.

Terdapat 12 jenis burung walet di Indonesia, namun selama ini yang dikenal sebagai burung walet penghasil sarang hanya terdapat enam jenis.

Dari keenam burung tersebut, hanya terdapat tiga yang sarangnya dapat dikonsumsi, karena yang lainnya memiliki kualitas sarang yang jelek.

Ketiga jenis burung walet tersebut dibedakan berdasarkan warna bulu, ukuran tubuh, suara, dan tipe sarangnya. Berikut tiga jenis sarang yang dapat dikonsumsi:

1. Sarang Putih (Edible-nest swiftlet, Yen-ou)

Sarang burung walet putih dihasilkan oleh walet  Aerodramus fushipagus atau walet sarang putih itu sendiri.

Burung walet ini berasal dari gua dan rumah atau gedung-gedung. Sarang burung walet  putih mempunyai ciri khas, yaitu berwarna putih kekuningan, tebal, dan bulu menempel.

Sarang yang berasal dari gua biasanya  berwarna suram atau kotor, sedangkan sarang yang berasal dari rumah atau gedung berwarna  cerah dan bersih.

Sarang burung walet  putih  berbentuk seperti mangkuk terbelah dua, berwarna putih bening, utuh, dan tidak retak ataupun cacat.

Sarangnya juga bersih dari bulu dan kotoran lipas atau kepinding. Ukuran sarang burung walet sekitar 6-10 cm, tinggi mangkukan ± 4-5 cm.

2. Sarang Hitam (Black-nest swiftlet, Mo-yen)

Sarang burung walet hitam dihasilkan oleh burung walet jenis sarang hitam atau dengan nama lain Aerodramus maximus.

Burung walet jenis ini membentuk sarang dari bulu-bulu yang direkatkan dengan air liurnya dan ditempelkan di dinding-dinding gua batu kapur.

Air liur yang bercampur dengan bulu-bulu burung walet mengakibatkan warna sarang ini menjadi hitam. Warna hitam tersebut masuk  sampai ke lapisan yang paling dalam dari sarang burung tersebut.

Sarang burung walet hitam tidak sebaik sarang putih, dan harganya pun tidak semahal sarang burung walet putih.

Ciri sarang burung walet hitam adalah liurnya yang melapisi bahan sarang terlihat hitam pada kaki, dinding, dan dasar sarang. Ukuran lebar sarang burung walet hitam sekitar 5-7 cm.

3. Sarang Rumput (White bellied swiftlet)

Sarang burung walet rumput dihasilkan oleh walet sapi dengan nama lain Collocalia esculanta, Aerodramus fuciphagus atau maximus.

Padaumumnya,sarang burung walet tersebut berwarna kehijauan, karena air liur bercampur dengan lumut, rumput kering, daun  pinus,  dan cemara. Sarang burung walet tersebut berasal dari gua maupun gedung.

Cara Budidaya Burung Walet

cara budidaya burung walet
klikpajak.id

Pembudidayaan burung walet tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan,  tapi harus dilakukan dengan penuh perhitungan.

Selain mengandalkan dari penetasan telur, kita juga harus bisa mendatangkan burung walet liar agar masuk ke kandang kita.

Kita harus membuat burung walet liar datang, betah, dan bersarang di tempat yang sudah kita buat. Berikut cara-cara budidaya burung walet yang benar.

Penentuan Lokasi

lokasi budidaya burung walet
pixabay.com

Pemilihan lokasi adalah salah satu faktor penting yang tidak boleh dilewatkan. Kita harus mencari lokasi agar burung walet merasa aman dan nyaman serta dapat memproduksi sarangnya dengan baik. Syarat tempat yang baik sebagai berikut:

  • Lokasi ideal berada di dataran rendah hingga dataran tinggi. Maksimal ketinggian 1.000 mdpl.
  • Lokasi budidaya harus tenang, jauh dari keramaian atau aktivitas manusia, dan terhindar dari polusi suara seperti suara kendaraan, mesin pabrik besar, dan sejenisnya.
  • Usahakan lokasi budidaya aman dari gangguan binatang predator.
  • Lokasi yang tepat untuk budidaya walet antara lain persawahan, padang rumput, hutan terbuka, kawasan pesisir, rawa-rawa, tepi danau, dan pinggir sungai.
  • Daerah yang terdapat burung Sriti.

Syarat Rumah Budidaya

syarat rumah budidaya
agromedia.net

Gedung/bangunan yang akan dijadikan sarang walet harus memiliki suhu dan kelembaban yang mirip dengan gua-gua alami. Bangunan tersebut harus memiliki suhu 24–26 ° C dan kelembaban 80–95%. Pengaturan suhu dan kelembaban bisa dilakukan dengan cara :

  • Melapisi plafon dengan sekam setebal 20 cm.
  • Membuat saluran-saluran air atau kolam di dalam gedung.
  • Menggunakan ventilasi udara dari pipa berbentuk “L”, yang diberi lubang-lubang berdiameter 4 cm, dan jarak antar lubang masing-masing 5 meter.
  • Menutup rapat-rapat pintu, jendela, dan lubang-lubang yang tidak terpakai.
  • Pada lubang keluar-masuk diberi penghalang sinar berbentuk corong dari goni atau bisa juga menggunakan kain hitam agar keadaan di dalam gedung lebih gelap.

Konstruksi Bangunan yang Digunakan

bangunan budidaya burung walet
pixabay.com

Pada umumnya rumah untuk penempatan burung walet berbentuk seperti sebuah bangunan gedung yang besar dan tinggi. Luasnya bervariasi, tergantung kebutuhan dan keadaan.

Bangungan tidak boleh berdekatan dengan pohon yang lebih tinggi atau menutup bangunan tersebut.

Tembok bangunan dibuat dari dinding yang diplester. Plester tersebut terbuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3 : 2 : 1. Bahan-bahan ini sangat membantu dalam mengendalikan suhu dan kelembaban udara ideal.

Bagian terpenting dari konstruksi bangunan ini adalah keberadaan roving room atau tempat untuk berputar-putar dan resting room yaitu tempat untuk beristirahat.

Lubang untuk pintu masuk dan keluar berukuran 20 x 35 cm, yang dibuat di bagian atas dinding. Jumlah pintu dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bangunan.

Perlu diingat, letak pintu jangan menghadap ke timur karena walet biasanya jarang mau masuk. Lubang dinding dicat dengan warna hitam.

Pembibitan dan Indukan

pembibitan anakan burung walet
pixabay.com

Umunya para peternak burung walet memanfaatkan burung walet yang mengitari bangunan kosong yang sudah disediakan. Hal itu pun kadang terjadi dengan ketidak sengajaan.

Untuk memancing burung agar lebih banyak lagi, biasanya pemilik rumah menggunakan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet.

Begitu diputarkan audia tersebut, tidak lama kemudia akan datang sedikit demi sedikit kawanan burung sriti atau burung walet.

Pemutaran audio disarankan pada pukul 16.00 hingga 18.00. sebab pada saat itulah kawanan burung sriti akan beristirahat setelah mencari makanan.

Berikut contoh suara pemanggil burung walet atau sriti:

Sahabat Biru juga bisa membeli telur burung walet yang siap ditetaskan dari para peternak burung walet lain.

Sahabat Biru tinggal menyiapkan telur tersebut di tempat yang sekiranya akan didatangi oleh burung sriti atau burung walet. Telur tadi nantinya akan dierami oleh burung sriti hingga menetas.

Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yg menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.

Sumber Pakan

telur semut
juara.bolasport.com

Burung walet seperti kebanyakan jenis ayam, yaitu sering mencari makanannya sendiri, karena burung ini termasuk burung liar. Makanannya adalah jenis serangga-serangga kecil yg ada di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan & perairan.

Untuk mendapatkan sarang burung walet yg memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan makanan tambahan terutama untuk musim kemarau. Beberapa cara untuk mengasilkan serangga adalah:

  1. Menanam tanaman dengan tumpang sari.
  2. Budidaya serangga yaitu kutu gaplek & nyamuk.
  3. Membuat kolam dipekarangan rumah walet.
  4. Menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.

Pemilihan Telur Walet

duniawalet.co.id
duniawalet.co.id

Telur walet yang telah dipanen bisa dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan warnanya, yaitu:

  • Merah muda: telur ini merupakan telur yang baru dikeluarkan indukan dan masih berusia 0–5 hari.
  • Putih kemerahan: telur sudah berusia 6–10 hari.
  • Putih pekat kehitaman: telur sudah berusia 10-15 hari, dan sebentar lagi akan menetas.

Perawatan Budidaya

cara perawatan budidaya burung walet
pixabay.com

Anak burung walet yang baru menetas tidak memiliki bulu dan sangat lemah. Anak walet yang belum mampu makan sendiri perlu disuapi dengan telur semut atau kroto segar sebanyak tiga kali sehari.

Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas.

Setelah itu, Sahabat Biru bisa membuka lubang mesin setiap harinya untuk menurunkan temperatur sekitar 1-2 °C.

Pada hari ke-10, ketika bulu-bulu mulai tumbuh, anakan walet dipindahkan ke dalam kotak khusus yang dilengkapi alat pemanas atau lampu pijar 5-10 Watt yang diletakkan di tengah kotak.

Setelah umur 40 hari, anakan walet sudah bisa terbang, Inilah saat terbaik untuk memindahkannya ke bangunan/rumah walet.

Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari, kemudian diletakan dalam rak untuk pelepasan.

Tinggi rak minimal 2 m dari lantai. Dengan ketinggian ini, anak waket akan dapat terbang pada keesokan harinya dan mengikuti cara terbang walet dewasa.

Hama dan Penyakit

hama budidaya burung walet
pixabay.com

Tikus

Hama yang satu ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh & kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman.

Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.

Semut

Semut api akan memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur.

Cara pemberantasannya dengan memberikan garis di sekitar sarang burung walet menggunakan kapur ajaib.

Kecoa

Binatang ini memakan sarang burung sehingga bentuk sarangnya cacat, kecil dan tidak sempurna.

Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan agar tidak menjadi tempat persembunyian.

Masa Panen

panen sarang burung walet
pixabay.com

Sarang burung walet bisa kita panen jika kondisinya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan ketika budidaya diperlukan cara khusus agar hasilnya bisa memenuhi mutu dan kualitas sarang walet yang baik.

Kesalahan dalam pemetikan  akan berakibat fatal, baik terkait dengan kualitas sarang burung, maupun kelangsungan bangunan/rumah walet itu sendiri.

Di mana kawanan walet tak mau lagi kembali ke rumahnya jiks kita salah dalam pemetikan.

Ada beberapa pola panen yangbisa dilakukan agar hasilnya bagus dan tidak rusak. Polanya sebagai berikut ini:

Panen Rampasan

Panen rampasan dilakukan setelah sarang sudah dibuat dan akan digunakan untuk bertelur. Sebelum burung bertelur, sarang kita ambil.

Keuntungannya adalah waktu panen lebih cepat, kualitas sarang yang bagus, dan total produksi sarang bisa lebih banyak.

Kelemahan cara ini tidak efektif dalam mengembangbiakan burung walet, karena burung walet yang akan bertelur akan mencoba membangun kembali sarangnya dengan kondisi yang lemah.

Pembuatan sarang berikutnya pun akan lebih lama karena burung walet membuatnya dalam keadaan lelah. Kualitasnya pun akan menurut disebabkan air liurnya sudah berkurang.

Panen Buang Telur

Panen buang telur dilakukan setelah burung membuat sarang dan meletakan telurnya. Telur ini diambil, lalu dibuang atau diberikan kepada peternak baru seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Keuntungan metode ini, dalam setahun bisa panen hingga 4 kali, dengan kualitas sarang yang baik. Kelemahannya, burung walet tidak diberi kesempatan berkembang biak.

Panen Penetasan

Panen penetasan adalah memanen sarang setelah telur menetas dan anak-anaknya sudah bisa terbang sendiri.

Keuntungan dari pola ini, populasi burung bisa meningkat. Kelemahannya, kualitas sarang menjadi rendah karena sudah mulai rusak dan tercemar kotoran anak burung walet.

%d blogger menyukai ini: