fbpx

Cara Mudah Membuat kolam Terpal yang Bagus Dengan Modal Kecil

5 min read

cara membuat kolam terpal

Bagaimana cara membuat kolam terpal sendiri?

Mungkin pertanyaan seperti itulah yang dipertanyakan oleh para pembudidaya pemula, khususnya yang membudidayakan belut, udang air tawar, dan lainnya.

Kolam terpal adalah salah satu jalan alternatif di saat lahan yang digunakan untuk budidaya sangat terbatas.

Selain itu, dalam membuat kolam terpal, cara yang dilakukan terbilang mudah dan tidak memerlukan biaya yang cukup besar.

Kolam terpal juga memiliki sifat semi-permanen, di mana kita bisa membongkar pasangnya jikalau kita akan pindah tempat budidaya.

Sebelum Sahabat Biru membuat kolam terpal, alangkah  baiknya membaca artikel ini terlebih dahulu agar kolam terpal yang dibuat hasilnya sangat bagus dan bermanfaat.

Kolam Terpal di Atas Tanah

cara membuat kolam terpal di atas tanah
agrowindo.com

 

kolam terpal di atas tanah ini mungkin yang paling banyak diaplikasikan oleh para pembudidaya pemula.

Dalam pembuatan kolam ini Sahabat Biru tidak perlu menggali lubang yang dalam dan lebar, akan tetapi diperlukan pondasi yang kaut dan kokoh.

Cara pembuatana kolam terpal di atas tanah sebagai berikut:

Bahan yang Dibutuhkan

A. Terpal Plastik

terpal
fajarjayatenda.com

Banyak jenis terpal yang dapat kita temui, pada umumnya yang dipakai adalah terpal plastik yang biasa digunakan untuk atap tenda.

Tidak ada syarat khusus pada pemilihan jenis terpal ini, yang penting terpal memiliki ketebalan dan kekuatan yang memadai untuk menahan tekanan air. Cari juga terpal yang tidak terlalu mudah sobek.

Ketebalan terpal plastik cukup bervariasi, jadi pintar-pintarlah dalam memilih, karena ini sangat berhubungan erat dengan kekuatan dan ketahanan terpal.

Kualitas terpal dapat dilihat dari kode yang bisanya ada di label terpal dengan kode A, AA, atau A5. Biasanya terpal dengan kode A lebih besar/banyak memiliki ketebalan yang baik.

Jangan lupa hitung kebutuhan ukuran luas terpal yang akan digunakan. Ukuran terpal plastik siap pakai yang ada di pasaran terdapat beberapa ukuran, mulai dari 4 x 6 meter sampai ada yang berukuran 6 x 10 meter.

Mungkin di setiap daerah memiliki ukuran terpal plastik yang berbeda-beda. Tapi jika Sahabat Biru memiliki modal lebih, bisa menggunakan jasa koveksi, karena ada beberapa jasa konveksi yang menyediakan jasa pembuatan terpal sesuai permintaan.

Pada intinya, ukuran terpal plastik sangat berpengaruh dengan ukuran luas dan kedalaman kolam yang akan dibuat.

Misalnya kita akan membuat kolam dengan ukuran 3 x 4 meter, maka dibutuhkan terpal dengan ukuran 5 x 6 m.

B. Bambu atau kayu sebagai kerangka kolam

bambu kerangka kolam terpal
pixabay.com

Selain menggunakan bambu atau kayu untuk kerangka kolam, bahan lain yang bisa dipakai adalah besi. Namun tentunya modal yang harus disiapkan lebih tinggi.

Pilihan bahan dan ukuran bambu atau kayu tidak ada ketentuan pasti.  Tapi yang pasti, untuk setiap sudut (untuk patok atau tiang utama) diperlukan ukuran yang lebih besar agar lebih kuat.

Untuk bambu yang dijadikan tiang utama, harus berdiameter minimal 7 cm atau balok kayu ukuran 6 x 8.

C. Paralon

paralon
paralon arafuru.com

Penggunaan paralon di sisni adalah untuk mengatur ketinggian air atau dengan nama lain untuk sistem overflow dan untuk mempermudah pada saat pengurasan air kolam.

Ukuran paralon yang dipakai biasanya memiliki diameter 2″ atau 3″, tergantung pada luas kolam yang akan dibuat.

Mungkin jika akan membuat kolam yang lebih luas, Sahabat Biru bisa menggunakan paralon berdiameret 4”.

D. Pagar dan atap kolam

Pagar diperlukan untuk melindungi kolam dari hama atau binatang predator di sekitar kolam.

Bahannya dapat Sahabat Biru pilih sebagai berikut:

  • Plastik
  • Waring
  • Atau bahan-bahan yang tersedia disekitar.

Langkah Pembuatan

Untuk membuat kolam terpal ini tidaklah diperlukan keahlian khusus. Namun, apabila Sahabat Biru kurang yakin jika membuatnya sendiri, Sahabat Biru dapat memanggil tukang kayu.

Berikut tahapan-tahapan pembuatan kolam terpal di atas permukaan tanah:

1. Siapkan Peralatan

perkakas membuat kolam terpal
pixabay.com

Alat-alat yang perlu dipersiapkan yaitu:

  • Gergaji
  • Palu
  • Paku
  • Golok
  • Ketam

2. Pemilihan Tempat

Carilah tempat yang dekat dengan sumber air, atau setidaknya air dapat dengan mudah dialirkan ke dalam kolam melalui selang air.

3. Bersihkan Lahan

Lahan atau tempat yang akan digunakan harus bersih dari benda-benda tajam seperti batu, ranting, dan lainnya.

Lakukan pembersihan dari rumput dan pepohonan yang terlalu rimbun, karena bisa menhalangi masuknya sinar matahari.

4. Beri Tanda Ukuran Kolam

Gunakan benang atau sejenisnya unutk memberi tanda ukuran kolam yang akan dibuat.

Jika Sahabat Biru ingin membuat dua kolam, perhatikanlah jarak antar kolam. Jarak ini diperlukan agar mempermudah pemeliharaan atau masa panen tiba.

5. Pasang Patokan

Patokan utama dapat dibuat dari balok kayu atau bambu, pasanglah di setiap suduh kolam yang sudah ditandai.

Pasang juga di setiap sisi kolam dengan jarak 1 meter agar memperkuat kolam.

6. Pasang Kerangka Dinding

kerangka kolam terpal
ayunovitasarisite.wordpress.com

Potong kayu kaso atau bamboo sesuai ukuran kolan untuk pembentukan rangka. Gunakan 5-7 paku untuk menyambung bahan pembentuk rangka.

Untuk mempermudah panen, buatlah lantai agak miring ke satu sisi kolam.

7. Pemasang Dinding dan Lantai Kolam

Untuk membentuk dinding dan lantai kolam, gunakanlah potongan kayu atau potong bilah bambu, setelah itu susun dengan rapih.

Haluskan papan terlebih dahulu agar terpal tidak rusak atau sobek karena permukaan papan yang kasar.

8. Pemasangan Paralon

Paralon di letakkan dengan knee secara horizontal pada sisi kolam terendah yang sudah dimiringkan tadi. Tujuannya adalah pembuangan air agar lebih mudah.

9. Memasang Terpal

Ini adalah bagian yang penting, karena jika kita tidak hati-hati dan teliti, dikhawatirkan terpal akan rusak dan sobek.

Maka dari itu, lakukan pemasangan terpal dengan hati-hati, rapi, dan cukup rapat ke permukaan dinding dan lantai.

Setelah terpasang, lipat bagian ujungnya. Agar terlihat lebuh rapid an posisi terpal stabil, pada bagian atas kolam terpal dapat dijepit menggunakan bilah bamboo atau papan.

10. Paralon  Pembuangan

Lubangi terpal dengan bentuk silang agar dapat dibuat sambugan menggunakan knee dengan paralon yang sebelumnya sudah dipasang.

11. Pengisian Air

Sebelum pengisian air secara penuh, isi kolam terpal yang sudah jadi tersebut dengan air sebanak 1/3 kolam.

Hal itu dilakukan untuk  melakukan pemeriksaan, apakah ada kebocoran di bagian lantai dasar atau dinding. Jika ada sedikit saja kebocoran, perbaikilah terlebih dahulu.

Jika dirasa sudah siap, lanjutkan pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan diamati, naik kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.

Kolam Terpal di Bawah Tanah

cara membuat kolam terpal di bawah tanah
id.wikipedia.org

Untuk cara membuat kolam terpal di bawah tanah pada prinsipnya seperti kolam biasa atau konvensional.

Kita akan menggali tanah terlebih dahulu sekitar ± 1 meter, atau bisa disesuaikan juga dengan apa yang ingin dibudidayakan. Kemudia untuk sentuhan akhirnya dilapisi dengan plastik terpal.

Kelebihan dan Kekurangan Kolam Terpal

kelebihan dan kekurangan kolam terpal
pixabay.com

Setiap jenis kolam pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut kelebihan dan kekurangan kolam terpal:

Kelebihan

  • Ikan уаng dibudidayakan dі kolam terpal tіdаk berbau tanah sehingga lebih disukai оlеh para konsumen.
  • Proses pembuatan kolam terpal terbilang ѕаngаt mudah, cukup bermodalkan kayu dan terpal.
  • pembuatan kolam terpal tіdаk tеrlаlu banyak memakan biaya.
  • Kolam terpal merupakan jawabaan bagi daerah-daerah уаng tіdаk mеmungkіnkаn dibangunnya kolam tanah atau kolam beton.
  • Suhu air dі dalam kolam terpal lebih stabil. Hal іnі dikarenakan adanya lapisan sekam уаng terletak dі bаwаh kolam terpal.
  • Saat tiba waktunya panen, ikan уаng ada dі kolam terpal јugа mudah ditangkap. Air dі kolam уаng hаnуа mengandung sedikit lumpur turut andil рulа terhadap kemudahan pemanenan ikan.
  • Pembersihan dan pengeringan kolam terpal ѕеtеlаh proses pemanenan selesai lebih gampang dan lebih cepat dilaksanakan.
  • Dimungkinkannya kotoran уаng menumpuk dі dasar kolam terpal untuk disedot membuat kebersihan kolam senantiasa terjaga.
  • Berkat pemantauan уаng intensif, kolam terpal aman dаrі gangguan hama.
  • Ikan-ikan уаng hidup dі kolam іnі relatif jarang terkena penyakit. Dеngаn kata lаіn kelangsungan hidup ikan уаng dirawat dі kolam terpal lebih baik.

Kekurangan

  • Sауаngnуа kolam terpal rawan mengalami kebocoran. Bеbеrара penyebab bocornya kolam terpal аntаrа lаіn permukaan benda уаng bersudut lancip, kotoran, dan makanan ikan уаng menumpuk, serta serangan dаrі binatang pengerat.
  • Terpal јugа gampang rusak apabila terus-menerus menerima terik matahari langsung dan curah hujan уаng tinggi.
  • Rata-rata usia pakai kolam terpal аdаlаh 2 tahun, jauh kebih singkat daripada penggunaan kolam tanah dan kolam beton уаng dараt mencapai puluhan tahun.
  • Ikan уаng dipelihara dі kolam terpal tіdаk bіѕа tumbuh sebesar dan secepat ikan уаng dibudidayakan dі kolam tanah.
  • Kolam terpal kerap mengeluarkan bau уаng menyengat. Minimnya bakteri уаng berada dі kolam terpal mengakibatkan proses pembusukan sisa pakan dan kotoran ikan berlangsung lebih lama.

Itulah pembahasan mengenai cara membuat kolam terpal yang dari bahan-bahan sederhana dan hasilnya yang bagus.

%d blogger menyukai ini: