[Terlengkap] Tata Cara Memelihara Ikan Mas Koki di Aquarium

4 min read

cara memelihara ikan mas koki

Ikan mas koki adalah salah satu ikan yang amat rawan terhadap kandungan amonima terlarut di dalam air. Maka dari itu, memelihara ikan mas koki di rumah harus dilakukan dengan cara yang benar.

Tidak bisa dipungkiri, ikan mas koki ini memang menjadi ikan yang sudah lumrah dijadikan sebagai ikan hias di dalam aquarium kebanakan orang.

Hal itu disebabkan karena biasa perawatannya tidak terlalu besar dan tidak membutuhkan perhatian khusus.

Walaupun demikian, kita harus merawatnya dengan cara yang tidak boleh asal-asalan.

Berikut pembahasan cara-cara dan tips memelihara ikan mas koki dengan benar.

Tempat Memelihara Ikan Mas Koki

aquarium ikan mas koki
duniaseputarikanhias.blogspot.com

Penggunaan tempat untuk memelihara ikan mas koki adalah hal yang penting. Mungkin beberapa dari Sahabat Biru ada yang memelihara ikan mas koki dengan cara disimpan di dalam aquarium kecil.

Namun sebenarnya, penggunaan aquarium yang terlalu kecil tidaklah baik untuk ikan mas koki, sana halnya ketika budidaya belut yang memerlukan tempat cukup luas. Hal ini menyebabkan ikan mas koki akan kesulitan mendapatkan oksigen dari permukaan air.

Berikut ukuran yang tepat untuk memelihara ikan mas koki.

Ukuran Aquarium

ukuran aquarium ikanmas koki
pixabay.com

Sebelum membeli ikan mas koki yang akan dipelihara, Sahabat Biru bisa membeli aquarium yang berukuran sedang hingga besar.

Sahabat Biru juga dapat membuat aquarium sendiri di rumah, tapi cara ini akan sedikit merepotkan.

Sebelum membuat atau membeli aquarium, kita harus menentukan terlebih dahulu jumlah ikan mas koki yang akan kita pelihara.

Perhitungannya, 1 inchi ikan mas koki membutuhkan air dengan volume 3,8 liter. Jika kita ingin memelihara 10 ekor ikan mas koki dengan ukuran 1 inchi, dibutuhkan air sebanyak 38 liter.

Artinya, kita harus mempunyai aquarium yang dapat menampung air minimal sebanyak 38 liter untuk 10 ekor ikan mas berukuran 1 inchi.

Penutup Aquarium

Ikan mas memiliki kecenderungan untuk meloncat ke atas permukaan air. Sebaiknya Sahabat Biru memberikan triplek atau kayu untuk menutup aquariumnya.

Tutup itu juga nantinya akan berguna jika Sahabat Biru ingin menambahkan lampu aquarium.

Alas Dasar Aquarium

kerikil alas dasar aquarium
pixabay.com

Gunakanlah batu  kerikil sebagai dasar dari alas aquarium. Ada beberapa alasan mengapa kerikil tersebut lebih baik dibanding yang lainnya.

Pertama, kerikil tidak akan mempengaruhi tingkat keasaman pada air yang ada di aquarium Sahabat Biru. Berbeda dengan terumbu karang yang yang mempengaruhi keasaman air.

Kedua, kerikil ini akan membentuk permukaan yang bagus, dimana akan menjadi tempat tumbuhnya bakteri baik di dalam aquarium.

Bakteri ini berfungsi untuk mengatasi partikel berbahaya yang ada di aquarium, selain itu bakteri ini juga mendukung kehidupan ikan mas koki di dalam aquarium.

Penerangan

penerangan aquarium
pixabay.com

Gunakan lampu pijar yang redup di atas aquarium selama kurang lebih 10 jam untuk penerangan ikan mas koki.

Selain lampu pijar ini tidak terlalu memakan banyak watt listrik, lampu ini menghantarkan panas yang cukup baik.

Jangan gunakan lampu pijar biasa yang berwarna putih, karena lampu pijar itu cenderung menghantarkan panas berlebihan.

Sahabat Biru juga dapat menggunakan lampu dengan berbagai macam warna untuk memperindah penampilan aquarium, asalkan jangan yang terlalu terang.

Kualitas Air

kualitas air
pixabay.com

Kualitas air adalah faktor penting dalam memelihara ikan mas koki agar tetap sehat dan berumur panjang.

Sahabat Biru harus memeriksa tingkat keasaman air aquarium secara teratur. Indikator pemeriksa keasaman air dapat dibeli di toko ikan atau di perlengkapan aquarium di dekat rumah.

Kesehatan ikan mas koki dapat menurun secara drastis jika tingkat keasaman air terus bertambah.

Tapi, jika hal ini sudah terlanjur terjadi, Sahabat Biru dapat membeli obat penetralisir keasaman di toko ikan atau sejenisnya.

Penggantian Air

mengganti air aquarium
pixabay.com

Menguras atau mengganti air aquarium secara total bisa dilakukan dalam kurun waktu 2-3 minggu sekali.

Berikut langkah-langkah penggantian air aquarium:

  • Pertama pindahkan air dalam aquarium yang akan dikuras ke dalam wadah lain seperti ember atau sejenisnya .
  • Pindahkan semua ikan yang ada di dalam aquarium tersebut ke wadah tadi jika dirasa airnya sudah cukup. Hal itu dilakukan agar kita lebih leluasa dan lebih maksimal memebersihkannya tanpa harus takut ikan stress.
  • Setelah itu angkat substrat dan tools, cuci hingga bersih, usahakan untuk mencuci substrat dan media filtrasi hanya dengan menggunakan air aquarium. Hal itu dilakuka untuk mencegah bakteri nitrit dan nitrat tidak mati. Lalu gosok semua permukaan aquarium dengan menggunakan spons.
  • Setelah semuanya selesai Sahabat Biru bisa memulai mengisi aquarium dengan air yang baru. Namun diingat untuk yang menggunakan air PAM, sebelumnya air yang akan digunakan harus diendapkan dulu kurang lebih semalam. Cara itu dilakukan untuk mengurangi kadar klorin yang terkandung dan nantinya bisa membahayakan ikan. Bisa juga dimasukkan air lama sekitar ¼ bagian untuk memudahkan ikan beradaptasi pada air yang baru.

Jangan langsung memasukkan ikan ke dalam aquarium, terlebih ikan yang dipelihara termasuk ikan yang mudah stress dan sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Maka alangkah baiknya air baru di dalam aquarium tersebut di aerasi dulu dengan menyalakan filter, heater, dan aerator kurang lebih antara 30-45 menit.

Sedangkan untuk meningkatkan kadar oksigen yang terlarut, penambahan garam ikan pun cukup dianjurkan untuk mengurangi pertumbuhan parasit seperti jamur.

Sahabat Biru mungkin bisa memasukkan beberapa ikan yang kuat dan mudah beradaptasi terlebih dahulu.

Jika tidak ada tanda2 stress pada ikan berarti air sudah sesuai. Namun jika ikan terlihat pasif, berusaha ke permukaan,dan tingkah aneh lainnya, itu berarti suhu dan keadaan air belum sesuai dengan ikan.

Untuk itu bisa dilakukan proses aerasi lagi sampai dirasa cukup untuk ikan, meskipun sebenarnya ikan juga nantinya akan beradaptasi dengan sendirinya.

Namun untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi alangkah bijaksananya kita melakukan aerasi kembali.

Selain menjaga kebersihan air agar ikan selalu sehat, kita juga harus memperhatikan kebersihan kaca aquarium. Sahabat Biru bisa membaca cara membersihkan aquarium terlebih dahulu agar aquarium selalu bersih.

Penyaringan Air

filter air
pixabay.com

Ikan mas koki akan selalu mengeluarkan kotoran, dan kotoran tersebut akan menjadi amonia yang merupakan racun untuk ikan jika dibiarkan terlalu lama.

Maka dari itu, Sahabat Biru harus memiliki sistem penyaringan aquarium yang paten. Penyaring pada filter aquarium harus diganti secara teratur apabila dirasa sudah kotor.

Filter ini pun harus dibersihkan minimal satu bulan sekali agar bersih dari bakteri yang menempel.

Dekorasi Aquarium

dekorasi aquarium
dekoruma.com

Sama hal nya dengan ikan lainnya, ikan mas juga senang memiliki tempat untuk bersembunyi, Sahabat Biru dapat membeli aksesoris aquarium untuk mewujudkan itu.

Ada banyak jenis aksesoris yang dijual di toko perlengkapan aquarium, Sahabat Biru tinggal memilih yang sesuai dengan selera.

Tumbuhan Air

Selain mendekorasi dan memasukkan segala aksesoris ke dalam aquarium, Sahabat Biru juga dapat memasukkna tumbuhan air.

Tumbuhan air dapat berguna untuk menekan kadar amonima di dalam aquarium. Tumbuhan air dengan kalitas yang bagus dapat memberikan manfaat yang bagus juga untuk perkembangan ikan mas koki.

Pemberian Pakan Ikan Mas Koki

cara memelihara ikan mas koki dengan memberi pakan
pixabay.com

Kita tahu bahwa ikan mas koki adalah ikan yang rakus dan selalu makan makanan apapun yang ada.

Jadi beri makan ikan mas koki secukupnya, jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sering, maksimal sehari 2 kali.

Perkirakan juga kalau makan yang akan diberikan habis maksimal dalam waktu satu menit.

Jika memberi makan menggunakan pelet, usahakan direndam terlebih dahulu 5menit agar pelet mengembang terlebih dahulu di luar sebelum dimakan ikan mas koki.

Hal itu untuk menghindari ikan mas koki terlalu kenyang akibat pelet mengembang di dalam perut. Itu bisa menyebabkan gelembung renang ikan mas koki terdesak, dan kehilangan keseimbangan dan pada akhirnya berenang terbalik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: