[Dongeng Anak] Cerita Si Kelinci Sombong dan Kura-kura

4 min read

cerita kelinci dan kura-kura

Di artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang Cara Merawat Kelinci, Cara Memandikan Kelinci, Cara Ternak Kelinci, Dan Jenis Kelinci Pedaging. Kali ini, lagi-lagi saya akan membahas tentang kelinci, yaitu Cerita Kelinci dan Kura-kura.

Mungkin pembahasan kali ini akan cukup santai, dan bisa dibilang sebagai suatu hal yang membuat kita bernostalgia.

Seperti yang kita tahu, cerita ini dulu sangat sering diceritakan oleh orang tua maupun guru kita di sekolah.

Mereka menceritakan cerita ini karena di dalamnya mengandung banyak sekali hikmah yang bisa kita petik. Langsung saja kita mulai ke ceritanya.

Karakteristik Kelinci

cerita kelinci dan kura-kura karakteristik kelinci
pixabay.com

Sebelum masuk ke cerita, yuk kita kenalan dulu dengan si kelinci. Kelinci dikenal dengan kebiasaanya memakan wortel dan suka berlompat-lompat.

Seperti apa sih kelinci di dunia asli? Apakah sama seperti yang ada dalam cerita?

Suka mengerat

Kelinci merupakan salah satu hewan pengerat yang terbilang ahli dalam mengerat dan juga menggali.

kelinci yang sudah dewasa sangat suka dalam mengerat namun cenderung lebih suka dalam mengasah giginya yang terus memanjang. Selain itu kelinci juga sangat suka dalam menggali, mereka akan menggali ketika berada di alam liar atau kandang yang terbuka.

Kelinci menggali tanp bosan ketika ada kesempatan.

Cara Berkomunikasi

Ternyata kelinci juga melakukan komunikasi dengan orang disekitarnya. Mereka berkomunikasi melalui pandangan, pendengaran, dan penciuman, sehingga pemilik kelinci harus peka dalam memperhatikan kelinci.

Kelinci dapat mengenal siapa saja orang yang sering beraktivitas disekitarnya seperti sang pemilik, yang sering mengelusnya,dan  yang sering memberinya makan.

Perlu Sahabat Biru ketahui juga bahwa kelinci tidak pernah bersuara saat dia lapar atau kenyang kecuali dalam keadaan terdesak seperti ketakutan atau kesakitan.

Menyukai Tempat yang Tenang

Pendengaran kelinci juga sangat baik dan sensitif sehingga kelinci mencari tempat yang tenang untuk menghindari kegaduhan yang akan membuatnya merasa cemas.

Misalnya saja dalam keadaan sejuk, kelinci akan aktif dan nafsu makannya bertambah. Sedangkan dalam keadaan panas maka akan terjadi peningkatan pernapasan melalui paru-paru sehingga pernapasannya akan menjadi lebih cepat.

Karakteristik Kura-Kura

cerita kelinci dan kura-kura karakteristik kura kura
pixabay.com

Nah, sekarang kita mengenal hal-hal tentang kura-kura.

Kura-kura adalah hewan unik dan langka, hewan yang mempunyai cangkang ini mempunyai sisik dan berkaki empat dengan ekor yang pendek.

Umur kura-kura bisa melebihi manusia di zaman sekarang, yakni hingga 100 tahun. Kura-kura bisa hidup di benua manapun kecuali benua antartika karena suhunya sangat dingin.

Tidak hanya itu, konon katanya kura-kura sudah ada dan hidup sejak 200 juta tahun yang lalu. Spesies yang lain juga dikabarkan memiliki penglihatan dan penciuman lebih bagus dibandingkan manusia.

Cangkang kura-kura ini memiliki kemampuan yang lebih keras dibandingkan tulang manusia. Dengan 60 tulang utama yang berkaitan satu dengan yang lainnya, bisa sebagai tempat berlindung kura kura dari serangan musuh.

Selain itu fungsi cangkang dari kura kura adalah sebagai alat deteksi ketika kura-kura di dalam cangkang, bisa membedakan sesama kura-kura.

Kura-kura mempunyai empat kaki yang bisa digunakan untuk berjalan sekaligus berenang. Berat keseluruhan dari tubuh kura-kura bisa mencapai 20-30kg, mungkin hal itu yang menyebabkannya menjadi lambat.

Tokoh

tokoh
thelionking

Kura-kura: berani dan pejuang keras

Kelinci: Sombong

Keong: Pendiam

Siput: Pendiam

Kera: Adil

Awal Cerita Kelinci Dan  Kura-Kura

balap kelinci dan kura kura
aiqudo.com

Alkisah di sebuah hutan yang lebat, ada seekor kelinci yang terkenal mampu berlari sangat cepat. Dia dijuluki sebagai pelari tercepat di hutan tersebut, bahkan semua hewan juga mengakuinya.

Tapi sayang, ketenaran yang dimilikinya telah membuat si kelinci menjadi sombong dan besar kepala. Dia selalu menyombongkan kemampuannya di depan setiap hewan yang dilewatinya.

Dia selalu berlari dengan cepat, hingga menerbangkan debu di sekitarnya dan membuat hewan yang dilewatinya menjadi terbatuk-batuk.

Pada suatu hari, ada sekelompok hewan yang sedang bercakap-cakap. Mereka bercanda dan saling berbagi cerita tentang kisah-kisah lucu yang pernah mereka alami. Hewan yang sedang bercakap-cakap diantaranya ada kura-kura, keong dan juga bekicot.

Konflik

konflik kelinci dan kura kura
northemballet.com

Sedang asik-asiknya bergurau, tiba-tiba kelinci datang dan berlari dengan cepat. Debu yang beterbangan tentu saja membuat mereka bertiga batuk-batuk.

“Hai, kelinci! Kami tahu bahwa kamu bisa lari cepat, tapi apakah kamu juga bisa menghargai teman-teman di sekitarmu?” teriak kura-kura kesal.

Mendengar perkataan kura-kura, si kelinci berhenti dan menghampiri mereka.

“Hah…buat apa? Kenapa aku harus mendengarkan perkataan dari komunitas hewan lambat seperti kalian?! Pasti kalian iri karena tidak mampu berlari secepat aku, dan hanya bisa merayap pelan-pelan saja. Hahaha…” kata si kelinci mengejek.

Mendengar ejekan si kelinci, kura-kura menjadi geram. Dia tidak terima jika dia dan teman-temannya dilecehkan begitu.

” Dasar hewan sombong. Kamu kira dirimu cukup pintar dan cukup cepat? Aku saja bisa mengalahkan mu”. Kata kura-kura.

Merasa harga dirinya dipertaruhkan, dengan sombongnya si kelinci berkata pada kura-kura. ” Hahaha.. jangan mimpi kamu bisa mengalahkan aku. Kita lihat saja siapa yang akan menang. Kecepatanku, atau mulut besarmu. Bagaimana kalau kita adakan lomba lari? Kita undang seluruh penghuni hutan untuk menonton, agar mereka tahu siapa pecundang yang asli”. Kata kelinci.

”Baik, siapa takut? Kamu akan ku kalahkan dengan segenap kemampuanku. Aku tak akan menyerah. Mungkin kamu memang punya bakat, tapi aku juga memiliki semangat”. Jawab kura-kura.

“Kamu? mengalahkan aku? hahaha…! Kamu ini belum tidur tapi sudah mengigau, dasar kura-kura bodoh…! Baiklah…Demi menjaga nama baikku karena kelancanganmu, aku akan memberimu pelajaran tentang arti kemenangan dan kecepatan” jawab si kelinci.

Keesokan harinya, si kelinci dan kura-kura pun memutuskan untuk berlomba. Si bekicot bertugas sebagai hakim di garis start, sedangkan si keong bertugas sebagai hakim di garis finish untuk mengawasi siapa yang sampai lebih dulu.

Mereka mengundang satu temannya lagi, yaitu si kera. Kera bertugas sebagai wasit perlombaan karena sifatnya yang dianggap cukup adil.

Setelah kera memberi aba-aba, lomba lari itu pun dimulai. Pada saat start, dengan mudahnya si kelinci memimpin lomba. Dia berlari jauh di depan kura-kura yang merangkak lambat.

Hal tersebut membuat si kelinci tertawa semakin menghina, tapi kura-kura tetap berusaha dan pantang menyerah. Dia tetap berlari dengan sekuat tenaga demi harga dirinya dan teman-temannya.

Melihat kegigihan kura-kura, timbul niat usil di hati si kelinci. Sebenarnya, kurang beberapa langkah lagi si kelinci sudah sampai garis finish. Tapi dia ingin mengejek kura-kura lebih dari itu, maka dia memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon dekat garis finish.

Akhir Cerita Kelinci Dan  Kura-Kura

kemenangan kura-kura
merdeka.com

Ketika kura-kura tinggal beberapa langkah lagi dari garis finish, dia akan cepat-cepat mendahuluinya. Tentu saja hal itu akan membuat kura-kura menjadi putus asa dan dia bisa mengejeknya dengan sesuka hati.

Di kejauhan, kura-kura masih berusaha berlari sekuat tenaga. Keringatnya bercucuran, tapi dia tidak memperdulikannya.

Apalagi ketika dari kejauhan dia melihat si kelinci tengah beristirahat di bawah pohon seolah-olah mengejeknya membuat kura-kura semakin bersemangat dan terus berusaha.

Sementara itu, si kelinci yang menunggu kura-kura d ibawah pohon menjadi sangat bosan. Langkah kura-kura yang sangat lambat menjadi penyebab lamanya ia sampai di garis finish.

“Ah…jadi ngantuk…Lebih baik aku tidur sejenak untuk menunggu kura-kura tiba disini. Dengan langkah yang sangat lambat, butuh waktu lama baginya untuk mengejar aku” kata si kelinci, kemudian ia tertidur.

Udara di bawah pohon yang cukup sejuk ditambah dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi, membuat si kelinci tertidur pulas. Bahkan dia tidak menyadari ketika kura-kura berjalan melewatinya.

Ketika dia terbangun, semua sudah terlambat. Kura-kura sudah menapakkan langkah terakhirnya tepat di garis finish sehingga sudah tidak mungkin si kelinci untuk mendahuluinya. Pada akhirnya, si kelinci yang sombong itu di kalahkan oleh kura-kura.

Hikmah dari Cerita Kelinci Dan  Kura-Kura

hikmah cerita kelinci dan kura kura
imgur.com

Amanah dari cerita ini, janganlah seperti kelinci, yang dimana ia memiliki bakat yang luar biasa, membuatnya termakan oleh rasa sombong.

Tapi jadilah seperti kura-kura, walaupun ia tak memiliki bakat seperti kelinci, ia tak pernah pantang menyerah untuk mencapai tujuan.

Tetap semangat, walau rintangan menghadang.

%d blogger menyukai ini: