Ciri Khusus Gajah [Terlengkap] Habitat, Makanan, dan Sistem Reproduksi

4 min read

ciri khusus gajah

Siapa sih di antara Sahabat Biru yang tidak tahu tentang gajah? Gajah mudah dikenal oleh banyak orang Karena ciri fisiknya yang khusus dimiliki oleh dirinya sendiri.

Gajah adalah mamalia terbesar yang ada di daratan. Gajah berasal dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea.

Bukan hanya tubuh gajah saja loh yang besar, ternyata gajah juga memiliki ingatan yang sangat kuat, ia bisa mengingat hal-hal yang kita lakukan kepadanya.

Untuk lebih mengenal gajah, yuk kita simak pembahasan berikut.

Habitat Gajah

habitat gajah
pixabay.com

Persebaran gajah cukup luas, mereka tersebar di seluruh Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Gajah adalah salah satu fauna yang menempati ekosistem padang rumput.

Dikarenakan keberadaan gajah sangat berdampak di suatu wilayah, kadang mamalia terbesar ini selalu dianggap sebagai spesies kunci.

Gajah hidup di kawasan yang terbuka. Gajah dapat ditemui di berbagai habitat, seperti Sabana, hutan, Gurun, dan Rawa-rawa. Mereka cenderung berada di dekat air agar memudahkannya minum dan mandi.

Gajah termasuk hewan mamalia darat yang sering mandi. Hal tersebut dilakukan agar terhindar dari terik matahari dan menjaga suhu tubuhnya tetap stabil.

Tapi sayang, sekarang habitat gajah sudah banyak yang rusak diakibatkan penebangan pohon liar dan peralihan lahan.

Banyak habiat gajah yang dijadikan perkebunan oleh warga setempat dan hutan tanaman industri.

Makanan Gajah

makanan gajah
pixabay.com

Dilihat dari tubuhnya yang besar, tentu gajah membunyai porsi makan yang besar juga. Gajah termasuk kedalam hewan herbivora yang artinya hewan pemakan tumbuhan.

Gajah memakan dedaunan, rerumputan, dan bahkan buah-buahan.

Banyak orang yang berfikir, “apa benar gajah makan melalui belalainya dengan cara disedot?”

Tentu saja itu salah, belalainya bukanlah alat untuk menyedot atau memakan makanan. Belalai gajah berfungsi layaknya hidung pada makhluk hidup lainnya, yaitu untuk bernafas.

Kita memang suka melihat dimana ketika gajah akan maka, dia mengambil makanan itu mengguanakan belalainya. Hal itu bertujuan agar lebih mudah memasukkan makanannya kedalam mulut.

Gajah sama seperti hewan-hewan lainnya yang menggunakan mulut sebagai alat mengunyah makanan. jika kita saling berhadapan dengan gajah, mulut gajah tidak akan terlihat karena tertutupi oleh belalainya.

Tapi jika kita melihatnya dari samping, barulah nampak mulut gajah yang tersembunyi di balik belalai.

Anatomi Gajah

anatommi gajah
pixabay.com

Kita sudah mengetahui bahwa gajah adalah hewan terbesar di dunia yang ada di darat. Jenis gajah yang paling besar adalah gajah Afrika, gajah tersebut memiliki tinggi kurang lebih 3 hingga 4 m. berat badan gajah bervarisai antara 4.000 hingga 7.000 kg.

Berbeda dengan gajah Afrika, gajah Asia ukurannya lebih kecil. Tinggi gajah Asia hanyalah 2 hingga 3,5 m. beratnya pun hanya berkisar 3.000 hingga 5.000 kg.

Biasanya ukuran tubuh gajah jantan lebih besar daripada gajah betina, baik itu jenis gajah Asia maupun Gajah Afrika.

Di antara gajah-gajah Afrika yang ada di hutan, ukuran mereka lebih kecil daripada gajah yang berada di Sabana. Hal itu mungkin menyesuaikan dengan tempat masing-masing, jika gajah yang ada di hutan ukurannya sangat besar, mereka pasti akan kesusahan dalam bergerak.

Sesuai dengan ukurannya yang besar, gajah memiliki kerangka sebanyak 326-351 tulang. Fleksibilitas tulang gajah sangatlah terbatas, hal itu disebabkan tulang punggung gajah terhubung dengan persendian yang erat.

Jumlah tulang gajah Afrika dan gajah Asia ternyata berbeda. Gajah Afrika memilki tulang yang lebih banyak dari gajah Asia, yaitu sebanyak 21 pasang rusuk. Sedangkan gajah Asia hanya memiliki 19-20 pasang tulang rusuk.

Tengkorak gajah dapat menahan gaya yang dihasilkan oleh pengungkitan taring dan tubrukan kepala ke kepala. Bagian belakang tengkorak merata dan memiliki lengkungan yang melindungi otak di segala arah.

Di tengkorak gajah terdapat rongga-rongga udara yang mengurangi beban tengkorak. Pada saat yang sama juga tetap mempertahankan kekuatan tengkorak tersebut secara keseluruhan.

Rongga-rongga ini membuat bagian dalam tengkorak tampak seperti sarang madu. Kranium/batok kepala gajah sendiri sangat besar dan memiliki ruang untuk otot yang menopang seluruh kepala.

Rahang bawahnya padat dan berat. Akibat ukuran kepalanya yang besar, leher gajah relatif pendek agar lebih dapat menopang kepala.

Mata gajah bergantung pada kelenjar harderian untuk menjaga kelembabannya karena gajah tidak memiliki aparatus lakrimal. Membran pengelip melindungi bola mata. Ruang pandang gajah sendiri dipersempit oleh lokasi dan keterbatasan pergerakan mata.

Gajah merupakan hewan dikromat dan dapat melihat dengan baik dalam cahaya redup, namun tidak dalam cahaya terang.

Rata-rata suhu tubuh gajah adalah 35,9 °C yang serupa dengan manusia. Seperti unta, gajah dapat meningkatkan atau mengurangi suhu tubuhnya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan.

Reproduksi Gajah

cara reproduksi gajah
pixabay.com

Gajah memiliki siklus reproduksi yang kompleks. Mereka memiliki saluran reproduksi besar, masa kehamilan yang lama, menghasilkan anak yang besar dan membutuhkan masa perkembangan yang panjang.

Cara berkembang biak gajah adalah dengan cara melahirkan atau disebut vivivar. Dimana calon anak akan berkembang di dalam perut induk betina pada proses kehamilan berlangsung. Gajah memiliki masa kehamilan yang sangat lama yaitu sekitar 18 hingga 22 bulan.

Gajah termasuk hewan mamalia maka hewan ini memiliki sistem reproduksi yang hampir sama dengan mamalia lainnya. Namun karena ukurannya yang besar, maka terdapat sedikit perbedaan dan masa kehamilan pada gajah juga lebih lama dari mamalia lainnya.

Berikut adalah sistem reproduksi pada gajah.

Sistem Reproduksi Gajah Jantan

Organ reproduksi pada gajah jantan hampir sama dengan mamalia lainnya. Namun tidak seperti mamalia lainnya, testis gajah terletak di dalam tubuh dan dekat dengan ginjal. Saluran reproduksi jantan ini memiliki panjang sekitar 2 meter.

Masa menuju kedewasaan gajah cukup lama. Gajah jantan mulai bisa memproduksi sperma pada saat ia berumur antara 10 hingga 15 tahun.

Gajah jantan akan mengibaskan telinga mereka lebih sering ketika mereka siap untuk kawin. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyebarkan aroma mereka secara lebih luas dari sebelumnya dan untuk menarik betina yang dapat menjadi potensi pasangan.

Pejantan yang lebih tua dan berumur 40 – 50 tahun adalah yang paling mungkin untuk berkembang biak dengan betina.

Berbeda dengan yang jantan, gajah betina siap untuk berkembang biak ketika mereka berumur sekitar 14 tahun.

Sistem Reproduksi Gajah Betina

Sistem reproduksi dari gajah betina telah dipahami dengan lebih baik dalam 30 tahun terakhir. Semuanya melalui kombinasi penelitian menggunakan nekropsi, tes hormonal dan investigasi ultrasonik.

Seekor gajah betina mungkin mengeluarkan suara-suara dan menunjukkan minat yang lebih besar dan antusiasme pada gajah jantan.

Gajah jantan akan menguji kesiapan gajah betina untuk berkembang biak dengan melakukan perilaku flemen.

Reseptor sensorik mengirimkan sinyal kimia ke otak gajah lalu mengatakan kepada gajah terebut jika betina siap untuk berkembang biak. Setelah itu, gajah jantan akan selalu berada di dekat gajah betina selama 1 jam sampai 4 hari. Hal itu dilakukan untuk melindunginya dari pejantan lain.

Setelah 1 sampai 3 hari, gajah betina tidak akan lagi menerima pemuliaan atau mampu hamil. Biasanya, gajah betina liar akan mulai bereproduksi pada umur 12 sampai 14 tahun, kadang-kadang gajah yang di kebun binatang lebih cepat hamil.

Ciri Khusus Gajah

ciri khusus gajah
pixabay.com

Setiap makhluk hidup pasti memiliki ciri khusus tersendiri, begitu pun dengan gajah. Ciri khusus gajah yang akan kita bahas mulai dari bentuk fisik hingga perilakunya. Berikut ciri khusus gajah.

  • Memiliki sepasang gading. Fungsi gading gajah adalah sebagai alat pertahanan diri.
  • Memiliki belalai. Fungsi belalai adalah untuk alat bernapas, menghisap air, dan mengambil benda.
  • Berukuran besar sehingga gajah menjadi hewan yang tidak pernah dimangsa hewan lain.
  • Desain khusus tengkorak gajah yang mampu menahan gaya akibat mengangkat taringnya serta menahan tubrukan dengan kepala gajah lain.
  • Mampu menghasilkan suara infrasonik. Fungsinya adalah untuk berkomunikasi dengan kelompoknya.
  • Tengkorak gajah memiliki rongga udara yang disebut sinus. Fungsinya adalah untuk mengurangi berat tengkorak.
  • Memiliki daun telinga berukuran besar. Fungsinya adalah untuk mendinginkan tubuh, mendengar suara infrasonik, dan pertahanan.
  • Memiliki kulit yang tebal dan keras. Fungsinya adalah untuk melindungi diri dari sinar ultraviolet dan gigitan serangga.
  • Memiliki rambut tipis pada sekujur tubuhnya. Fungsinya adalah untuk melindungi diri dari panas.
  • Pada bagian kaki terdapat bantalan lemak yang besar. Fungsinya adalah sebagai peredam dan penopang beban tubuhnya saat berjalan.

Tadi di atas adalah Ciri Khusus dan pola hidup gajah. Semoga setelah membaca ini Sahabat Biru bisa lebih mengenal dunia fauna dan bisa membantu melestarikan kehidupan flora dan fauna.

%d blogger menyukai ini: