Ekosistem Air Tawar [Terlengkap] Pengertian, Ciri, Jenis, dan Gambar

3 min read

ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar adalah salah satu ekosistem yang ada di bumi ini. Sekitar 85% dari wilayah yang ada di muka bumi tertutupi oleh air. Maka dari itu banyak sekali organisme yang hidup di dalam air.

Keberadaan air yang ada di bumi tidak hanya dapat ditemukan di samudera atau lautan saja. Keberadaan air juga dapat ditemukan di daratan seperti di sungai, danau, ataupun teluk.

Ekosistem adalah sistem ekologi yang di dalamnya terjadi hubungan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Secara umum, ekosistem dibagi menjadi dua, yaitu Terrestrial (ekosistem darat) seperti ekosistem padang rumput, dan Akuatik (ekoistem air).

Di pembahasan kali ini saya akan membahas ekosistem air tawar.

Pengertian Ekosistem Air Tawar

pengertian ekosistem air tawar
pixabay.com

Ekosistem air tawar termasuk ke dalam ekosistem akuatik yang memiliki kadar garam yang rendah dibandingkan dengan ekosistem akuatik lainnya. Air tawar memang identik dengan kadar garamnya yang rendah dan airnya yang segar.

Sumber air ekosistem ini terbentuk dari mata air yang ada di bawah tanah. Dengan kondisi tersebut sangat menentukan komponen biotik yang mampu bertahan hidup di dalamnya.

Ciri-Ciri Ekosistem Air Tawar

ciri-ciri air tawar
pixabay.com

Ekosistem ini memiliki ciri-ciri yang menjadikannya beda dengan ekosistem lainnya. Berikut ciri-cirinya:

  1. Di wilayah tersebut tidak terdapat variasi suhu yang mencolok.
  2. Kecenderungan penetrasi terhadap cahaya sangat kurang yang dipengaruhi oleh cuaca juga iklim.
  3. Tumbuhan yang banyak dijumpai pada ekosistem yang satu ini adalah jenis ganggang.
  4. Organisme yang hidup di dalam ekosistem ini umumnya telah mengalami fase adaptasi.
  5. Kadar garam sangat rendah dibandingkan ekositem akuatik

Jenis-Jenis Ekosistem Air Tawar

Berdasarkan mobilitas dan oraganisme yang hidup di dalamya, ekosistem ini terbagi menajdi dua jenis.

Jenis Lentik

jenis ekositem air tawar lentik
pixabay.com

Jenis lentik ini adalah jenis ekosistem air tawar yang memiliki pergerakan air yang tenang di dalamnya. Contoh jenis lentik ini adalah danau dan juga rawa-rawa, di kedua tempat itu pergerakan air sangat tenang.

Untuk danau terbagi menjadi 4 wilayah, yakni

1. Wilayah Litoral

Wilayah litoral adalah daerah akuatik dekat dengan tepian. Di wilayah ini organisme mendapatkan banyak cahaya. Wilayah litoral dikenal juga dengan wilayah fotik.

Disebut dengan wilayah fotik karena di daerah ini banyak mendapatkan cahaya matahari. Sehingga dengan demikian banyak organisme menjadikan tempat ini sebagai daerah favorit untuk tumbuh dan berkembang, semisal tumbuhan air.

2. Wilayah Limnetik

Wilayah limnetik adalah daerah akuatik terletak di bawah wilayah litoral. Maka posisi wilayah limnetik lumayan dalam dari permukaan dibandikan dengan wilayah litoral.

Meskipun letaknya di bawah wilayah litoral, cahaya matahari masih sanggup menembus walaupun dengan intensitas cahaya yang berbeda.

Pada wilayah ini organisme yang mampu bertahan hidup ialah kelompok fitoplankton (alga), zooplankton (udang-udangan).

3. Wilayah Profundal

Wilayah ini berada dibawah kedua wilayah sebelumnya, Karena berada posisi paling dalam maka cahaya matahari tidak mampu menembusnya. Sehingga ilmuwan menyebutnya dengan nama lain wilayah afotik.

Di wilayah ini banyak bangkai berjatuhan. Bangkai tersebut berasal dari 2 wilayah di atasnya yaitu wilayah litoral dan limnetik.

Di dalam wilayah ini juga terdapat mikroba pengurai yang menggunakan oksigen terlarut untuk menguraikan bangkai yang telah mati.

4. Wilayah Bentik

wilayah ini berada di titik paling dasar dari danau dan di tempat ini terdapat beragam bentos juga sisa organisme-organisme yang telah mati.

Jenis Lotik

jenis ekosistem air tawar lotik
pixabay.com

Jenis lotik berbeda dengan jenis ekosistem air tawar sebelumya yaitu jenis lentik. Perbedaan ini cukup terlihat jelas, jika jenis lentik memiliki air yang tenang, maka jenis lotik memiliki air yang berarus.

Salah satu contoh jenis lotik ini adalah sungai. Sungai berasal dari mata airĀ  yang mengucur deras dari bawah tanah atau dari air hujan yang turun. Sungai disebut juga dengan muara dari aliran anak-anak sungai (hulu sungai).

Pada dasarnya sungai memiliki air yang jernih, dingin, dan menyegarkan. Tapi sayang pada situasi saat ini sudah banyak sungai yang tercemar oleh ulah manusia.

Komponen Ekosistem Air Tawar

komponen air tawar
pixabay.com

Komponen pada ekosistem air tawar dibagi menjadi dua, yaitu abiotik dan biotik.

Abiotik adalah komponen yang terdiri dari benda-benda mati. Biotik adalah komponen benda-benda hidup atau makhluk hidup.

Berikut berbagai komponen air tawar pada abiotik dan biotik

Komponen Abiotik

Ada beberapa unsur yang bekerja dalam ekosistem air tawar diantaranya air, udara, sinar matahari, dan suhu.

Kehadiran komponen abiotik memiliki peran yang sangat besar dalam lingkungan biotik, karena syarat tumbuh dan berkembangnya organisme adanya air dan cahaya.

Komponen Biotik

Hampir 90% makhluk hidup ekosistem air tawar tinggal di dalam air yang bergerak atau sungai. Di ekosistem ini banyak mengandung jenis ikan maupun makhluk hidup yang dapat berenang lainnya.

Pembagian jenis organisme antara ekosistem di air maupun di darat tidak ada perbedaannya. Komponen di ekosistem air adalah produsen, konsumen, pengurai, begitu juga dengan ekosistem di darat.

Berikut komponen biotik yang ada di ekosistem air tawar.

Produsen

Dalam ekosistem perairan yang bertugas sebagai produsen ialah kelompok alga atau ganggang. Kehadiran alga atau ganggang kerap kali menyebabkan warna air danau atau kolam berubah. Misalnya berubah warna jadi hijau pekat, hitam, dan lainnya.

Jenis mikroorganisme yang hidup di permukaan air lalu kemudian terbawa arus air dikenal dengan istilah plankton.

Kehadiran plankton di kolam, danau atau sungai sangat bermanfaat bagi hewan air tawar, pasalnya ia merupakan sumber makanan bagi ikan-ikan.

Jenis plankton yang tergolong tumbuh-tumbuhan yang memiliki klorofil ialah fitoplankton. Jenis plankton yang tergolong hewan dan dapat bergerak sendiri dikenal dengan zooplankton. Akan tetapi, zooplankton bukanlah termasuk produsen karena ia tidak mampu mengasilkan makanan sendiri.

Fitoplankton dapat dikatakan sebagai produsen, sebab ia mampu membuat makanan sendiri melalui fotosintesis.

Konsumen

Organisme konsumen atau organisme heterotroph di ekosistem air tawar adalah ikan-ikan kecil ataupun besar. Di air tawar banyak sekali jenis ikan, mereka menjadi konsumen di ekosistem tersebut.

Pengurai

Komponen pengurai atau dekomposter dalam sistem ekosistem perairan berupa bakteri dan jamur. Jadi, Semua bahan sisa dari tumbuhan atau hewan mati akan diuraikan oleh bakteri dan jamur yang hidup di perairan.

Bahan-bahan tersebut diuraikan kembali menjadi zat anorganik. Zat ini nantinya digunakan kembali oleh produsen (zooplankton) untuk mengolah makanan.

Flora dan Fauna Ekosistem Air Tawar

Flora dan fauna di ekosistem air tawar tidak kalah banyak dari ekosistem lainnya. Ekosistem ini juga memilik flora dan fauna khas yang membedakannya dengan ekosistem lain.

Flora

tumbuhan air tawar
pixabay.com

Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar, mulai dari tumbuhan tingkat tinggi hingga tumbuhan tingkat rendah. Berikut beberapa contoh tumbuhan yang ada di air tawar:

  1. Pohon willow
  2. Teratai

Fauna

ikan air tawar
pixabay.com

Fauna di ekosistem ini didominasi oleh hewan berinsang atau yang kita kenal dengan ikan. Begitu banyak jenis ikan air tawar yang kita temui, mulai dari yang berukuran besar hingga kecil. Tapi ada juga jenis fauna lain selain ikan. Di sini saya akan memberikan beberapa contoh saja, berikut contohnya:

  1. Tikus besar ketsuri
  2. Ikan pike
  3. Itik ekor kuning
  4. Udang satang
  5. Kumbang air
%d blogger menyukai ini: