12 Festival di Jepang yang Menarik Untuk Dikunjungi

5 min read

festival di jepang

Negara Jepang seakan tidak ada habisnya memiliki hal-hal unik untuk dibagikan kepada dunia. Contohnya saja festival di Jepang yang begitu beragam keunikannya.

Jepang memiliki festival yang beragam, karena Negara ini memiliki 4 musim yang mana di setiap musim selalu ada festival.

Festival yang diadakan di Jepang selalu saja menarik perhatian bagi para turis untuk ikut serta atau hanya sekedar menyaksikannya saja.

Nah, pada pembahasan kali ini saya akan membahas festival-festival unik yang ada di Jepang.

Festival Jepang

Jepang memiliki sebutannya tersendiri untuk sebuah festival. Warga Jepang menyebut festival dengan istilah ‘matsuri’.

Selain istilah untuk sebutan festival, matsuri dalam agama Shinto memiliki arti persembahan ritual kepada ‘Kami’ atau Dewa.

Festival tersebut selalu diselenggarakan secara konsisten setiap tahunnya di berbagai daerah di Jepang.

Festival Salju Sapporo

sapporo festival di jepang
pixabay.com

Sesuai dengan namanya, festival salju ini diadankan du Kota Sapporo,Hokaido. Festival ini hanya diadakan selama satu minggu saja di awal bulan Februari ketika Jepang mengalami musim salju.

Ada sekitar dua juta wisatan dari dalam luar negeri maupun manca Negara yang ber kunjung ke Jepang hanya untuk mengahadiri festival ini.

Festival ini selalu diadakan di tiga lokasi berbeda sejak 2006, yaitu

  • Taman Odori
  • Susukino
  • Sapporo Satoland

Ukiran es dan salju yang paling besar dipamerkan di Taman Odori, termasuk pahatan es yang berbentuk miniatu bangunan terkenal.

Sedangkan untuk ukiran es yang lebih kecil dipamerkan di Susukino. Terkahir dan yang paling banyak dikunjungi adalah di Sapporo Satlond, karena di sana diadakan acara untuk keluarga.

Festival Sanja Matsuri

Festival Sanja Matsuri
japan-guide.com

Festival Sanja Matsuri adalah festival yang diadakan setiap bulan 5 di Kuil Asakusa, Tokyo, Jepang.

Perayaan ini sekarang berlangsung selama tiga hari pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu pada minggu ketiga bulan Mei.

Alasan perayaan dilakukan pada akhir pekan adalah agar lalu lintas tetap bisa teratur dan bisa dikendali dan terjadi kekacauan.

Nama resmi atau nama yang sering digunakan orang Jepang untuk menyebut festival ini adalah Asakusa Jinja Reitaisai, atau diartikan ke dalam bahasa adalah Festival Besar Kuil Asakusa.

Sanja Matsuri ditonton lebih dari satu juta penonton, juga festival terliar dari semua festival di Tokyo.

Kenapa disebut ‘Festival Terliar’? Karena selain diikuti oleh masyarkat Jepang dan turis manca Negara, Festival ini juga diikuti oleh yakuza yang mengusung mikoshi dan mempertontonkan rajah di seluruh tubuh mereka.

Festival Kanda Matsuri

festival Kanda Matsuri
en.japantravel.com

Festival Kanda merupakan salah satu dari tiga festival terbesar Shinto besar di Jepang. Dua festival yang lainnya adalah Fukagawa Matsuri dan Sannō Matsuri.

Festival tersebut sudah ada dan mulai dilakukan oleh orang-orang di Jepang sejak awal abad ke-17 sebagai sebuah perayaan atas kemenangan Tokugawa Ieyasu.

Kemenagan tersebut terjadi dalam pertempuran Sekigahara dan berlanjut sebagai sebuah perayaan untuk kemakmuran keshogunan Tokugawa dalam Periode Edo.

Selain itu, bentuk festival saat ini juga dilakukan untuk menghargai ‘Kami’ atau Dewa dari Kanda Myojin.

Festival Kanda dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu pada tanggal-tanggal terdekat dengan 15 Mei. Festival ini merupakan alternatif dari Sannō Matsuri, karena festival kanda diadakan di tahun ganjil, sedangkan festival Sannō Matsuri di tahun genap.

Pada tahun tersebut, festival dilaksanakan di Kuil Kanda di Kanda, Tokyo, dan beberapa lokasi di tengah-tengah distrik di Tokyo, seperti Otemachi, Nishombashi, Marunouchi, hingga Akibahara.

Ada hal yang cukup menonjjol dalam festival ini, yaitu ikutsertanya 200 mikoshi serta sejumlah penari, musisi, dan balon parade.

Festival ini biasanya diselenggarakan di Kuil Kanda Myojin. Masyarakat beramai-ramai melakukan doa bersama di pagi hari.

Setelah itu mereka beriring-iringan mendorong “Mikoshi” sebuah kuil portable berukuran besar yang dipindahkan dari satu kuil ke kuil lainnya.

Parade ini berlanjut di sepanjang daerah Kanda, Nihonbashi dan Akibahara, Tokyo, dan diakhiri dengan kembali ke kuil di sore hari.

Festival Gion Matsuri

Festival Gion Matsuri
kyoto.travel

Gion Matsuri adalah salah satu festival paling terkenal di Kyoto. Festival ini diadakan selama satu bulan penuh mulai dari 1 juli hingga 30 juli.

Tidak hanya anak-anak dan para remaja, tetapi juga para manula berjalan di jalan-jalan selama hari festival malam utama.

Di hari-hari biasa, banyak mobil yang berlalu-lalang di jalan raya dan jalan besar lainnya. Namun di festival ini yang mengisi jalan raya adalah para pejalan kaki, mereka berjalan ke sana ke kemari selama jam-jam tertentu di hari festival gion matsuri.

Festival ini sudah seperti bagian dari kehidupa masyarakat di Kyoto dari tahun ke tahun. Ada puncak-puncak perayaan di dalam festival gion matsuri ini, yaitu:

  • Yoiyoiyama pada tanggal 15 Juli.
  • Yoiyama pada tanggal 16 Juli.
  • Yamaboko-junkō  pada tanggal 17 Juli.

Festival Hakata Gion Yamakasa

Hakata Gion Yamakasa adalah festival tradisional yang diadakan Kota di Fukuoka dan diselenggarakan dari tangga 1 hingga 15 Juli.

Orang-orang Jepang yang berkontribusi memanggul gunungan yamakasa dan memamerkannya dengan mengelilingi jalan-jalan.

Puncak dari festival ini adalah lomba Furōto no owari yang berlangsung pada tanggal 15 juli. Selain itu, ada juga Kanari ōkina dashi dengan nama lain kazari-yama yang dipamerkan di sekitar Kota.

Dimulai pada tanggal 1 Juli, Kota Hakata menjadi penuh dengan suasana meriah dan Uku yang ukuran tingginya lebih dari 10 meter dan dipamerkan di 24 tempat di sekitar kota.

Festival Tenjin Matsuri

Tenjin Matsuri adalah festival Jepang yang menggunakan kapal. Festival ini telah ada sejak 1000 tahun yang lalu dan masih dilaksanakan hingga saat ini tiap tahunnya.

Salah satu festival di Jepang ini melibatkan lebih dari 3000 pemain yang mengenakan pakaian tradisiona dan juga mengendarai kapal kuil tradisional yang dihias.

Lebih dari seratus perahu ada dalam parade ini disertai dengan pertunjukan kembang api yang akan membuat malam semakin meriah di Sungai Okawa.

Sahabat Biru bisa berkunjung ke Jepang pada tanggal 24 hingga 25 Juli Jika ingin datang ke Festival Tenjin Matsuri di Kuil Temmangu, Osaka.

Festival Tari Awa

festival tari awa
meijigakuen.wordpress.com

Festival Tari Awa dilakukan secara berkelompok dan menari sembari melakukan pawai dijalan. Para penari diiringi dengan musik tradisional yang populer sejak zaman Edo yang berjudul “Yoshikono” dan gerakan yang mereka lakukan juga cukup sederhana.

Para wanita menari dengan posisi tubuh tegak dan mengangkat tangan mereka keatas dan mengerakannya. Disisi lain para pria menari dengan pinggul yang sedikit merendah dan menari dengan menggerakan tangan dan kaki mereka.

Untuk pakaian para pria menggunakan pakaian yang disebut Happi dan celana pendek. Para wanitanya mengenakan Yukata, dengan topi anyaman yang disebut Amigasa dan sandal yang disebut Geta.

Para penonton dapat melihat para penari dari sisi kiri dan kanan jalan.

Festival Aomori Nebuta Matsuri

Festival Aomori Nebuta Matsuri
en-aonomori.com

Festival yang dikenal juga sebagai pawai nebuta atau lentera raksasa ini adalah salah satu festival untuk menyambut Tanabata.

Festival ini sudah menarik perhatian tiga juta peserta dan wisatawan setiap tahunnya karena pemandangan nebuta yang sangat menakjubkan.

Nebuta ini diarak oleh orang-orang sambil menari dengan diiringi genta, taiko, dan teropmet kulit kerang yang menjadikan festival ini terlihat sangat meriah.

BACA JUGA: ALAT MUSIK TRADISIONAL ACEH

Lentera yang digunakan biasa membentuk berbagai karakter dari sejarah dan mitologi Jepang.

Festival Hanami

hanami festival di jepang
pixabay.com

Festival Hanami atau Festival Bunga biasanya terjadi pada akhir bulan Maret hingga awal April dan ini termasuk Festival Nasional di Jepang.

Biasaya berbagai festival bunga diadakan oleh kuil Shinto selama bulan April. Masyarakat Jepang dan para wisatawan manca negara biasanya datang untuk menikmati bunga, terutama bunga Sakura.

Di beberapa tempat, menikmati bunga diadakan berdasarkan hari-hari tertentu yang tetap. Festival Hanami inilah yang paling populer selama musim semi di bulan april.

Festival Nagasaki Kunchi

Festival Nagasaki Kunchi
japan-guide.com

Nagasaki Kunchi adalah festival musim gugur di kota Nagasaki, Jepang. Selama 3 hari penyelenggaraan yaitu 7 Oktober hingga 9 Oktober, ditampilkan atraksi kesenian seperti arak-arakan dan tari.

Pengaruh budaya asing di Nagasaki tergambarkan pada atraksi kesenian di dalam festival ini.

Tarian persembahan seperti Jaodori, Kokkodesho, Kujira no Shiofuki, dan tari Oranda Manzai dipengaruhi budaya Cina, Portugal, dan Belanda.

Sejak 3 Februari 1979, Matsuri yang diselenggarakan Kuil Suwa ini sudah ditetapkan oleh pemerintah Jepang sebagai Warisan Budaya Nonbendawi Jepang.

Bersamaan dengan Karatsu Kunchi dan Hakata Okunchi, Nagasaki Kunchi termasuk salah satu dari tiga kunchi (festival musim gugur) terbesar di Kyushu.

Festival Malam Chichibu

Chichibu-Yomatsuri-artforia-festival
artforia.com

Festival Malam Chichibu menjadi salah satu festival dengan tema karnaval terbesar di Jepang. Kita akan dimanjakan dengan adanya karnaval beragam mobil hias. Mulai dari mobil hias berukuran gigantis hingga yang berbentuk yatai dapat kita jumpai.

Selama dua hari berturut-turut, acara ini selalu dipadati pengunjung lokal dan internasional. Puncaknya, saat mobil hias berukuran 20 ton diarak menuju destinasi.

Festival Malam Chichibu yang telah berusia hingga 300 tahun ini akan terus membuat kita takjub selama berjalannya acara.

Itulah ulasan tentang festival yang ada di Jepang. Jika Shabat Biru pergi ke Jepang jangan lupa untuk mengunjungi festival-festival tersebut.

%d blogger menyukai ini: