Tipe-tipe dan Jenis-jenis Ayam yang Harus Kalian Ketahui

4 min read

tipe dan jenis ayam

Seperti yang sudah kita ketahui semua, bahwa ayam adalah hewan yang mudah ditemui di mana saja. Hal itu disebabkan karena memang banyaknya jenis-jenis ayam di bumi ini.

Jenis ayam sangatlah beragam, ada yang khusus potong, ayam hias, maupun ayam untuk diadu.

Tapi untuk adu ayam saya sangat tidak menyarankannya, selain hal itu menyakiti si ayam, kita juga akan mendapatkan dosa.

Jadi di pembahasan kali ini saya akan membahas jenis-jenis ayam dan tipenya. Sebelum masuk ke pembahasan, kita mengenal ayam terlebih dahulu.

Habitat Asli Ayam

hutan habiat berbagai jenis ayam
pixabay.com

Habitat asli semua ayam sebenarnya berasal dari hutan. Di dalam ekosistem hutan, ayam memiliki peran yang sangat penting, yakni sebagai konsumen tingkat satu.

Salah satu peran ayam adalah sebagai penyebar biji tumbuh-tumbuhan untuk regenerasi yang akan datang.

Menurut sejarahnya, ayam yang dipelihara orang-orang saat ini adalah ayam liar atau ayam hutan (Gallus gallus).

Kemudian keturunan ayam liar tersebut lama kelamaan menjadi jinak. Keturunan ayam yang telah jinak kemudian disilangkan oleh manusia dan menghasilkan berbagai macam ras/jenis ayam.

Ayam adalah hewan yang termasuk dalam kelas aves (hewan bersayap atau unggas) yang mudah beradaptasi di segala tempat.

Karateristik Ayam

ciri-ciri ayam
pixabay.com

Setiap hewan pasti memiliki karakteristik atau cirinya tersendiri, begitu juga dengan ayam. Berikut ciri-ciri ayam:

  • Ayam tergolong hewan omnivora.
  • Termasuk hewan unggas.
  • Memiliki warna bulu yang beragam.
  • Hewan yang berkembang biak secara ovivar atau bertelur.
  • Memiliki sepasang kaki yang ramping dan ditumbuhi sisik.
  • Memiliki jengger berwarna merah di atas dan di bawah kepalanya.
  • Memiliki cakar.
  • Memiliki mata di samping kepala.
  • Memiliki parung yang runcing.
  • Memiliki sayang tapi tidak bisa digunakan untuk terbang.
  • Bisa berkokok untuk ayam jantan.
  • Dapat bertelur sekitar 8 hingga 12 butir.
  • Mengerami telur hingga 21 hari.

Jenis Ayam

 

Saking banyaknya jenis-jenis ayam, mereka dibagi menjadi beberapa tipe. Di sini saya akan memberikan contoh masing-masing 2 ayam setiap tipe. Berikut contohnya:

Ayam Petelur

telur ayam
pixabay.com

Sesuai dengan namanya, ayam petelur ini, hanya diambil dan dimanfaatkan telurnya saja. Mungkin banyak dari kita berfikir bahwa ayam tipe ini hanya memiliki satu jenis saja, tapi pada kenyataannya tidak.

Ayam tipe petelur merupakan hasil rekayasa genetik berdasarkan karakter-karakter dari ayam yang sebelumnya ada. Pengupayaan perbaikan genetik terus dilakaukan agar mendapatkan ayam petelur yang optimal.

Ayam Petelur Putih

ayam petelur putih
pixabay.com

Dinamakan ayam petelur putih karena ayam ras petelur ini memang bulunya berwarna putih dan telur yang dihasilkannya juga berwarna putih.

Tetapi warna jengger ayam ras ini tidaklah seperti bulunya, melainkan berwarna merah. Ayam ras petelur ini dikategorikan sebagai ayam ras petelur ringan lantaran bentuk tubuhnya yang sangat ramping dan tampak kurus.

Ayam ras ini hanya ditujukan untuk bertelur saja tidak untuk memproduksi daging. Selain itu Ayam ras petelur ini bisa menghasilkan telur lebih dari 260 butir per tahunnya.

Kelemahan ayam ras jenis ini yaitu sangat sensitif terhadap cuaca panas dan keributan yang menciptakan ayam ras ini gampang terkejut. Sehingga bisa berdampak pada jumlah produksi telurnya yang menurun.

Nenek moyang ayam ras jenis ini adalah White Leghorns asal Tuscany, Italia Tengah. White Leghorns  merupakan ayam petelur yang sangat aktif dan efisien yang bisa menghasilkan 280 butir telur pertahunnya.

Ayam Petelur Cokelat

ayam petelur cokelat
pixabay.com

Warna bulu ayam ras petelur cokelat sesuai namanya, yaitu berwarna cokelat dan telur yang dihasilkannya juga berwarna kecoklatan.

Bobot ayam ras petelur ini cukup berat bisa mencapai 2 kg meskipun tidak seberat ayam pedaging, tapi dagingnya bisa juga kita jual.

Rasa daging ayam ras petelur ini lebih enak jika dibandingkan dengan daging ayam pedaging broiler. Itu sebabnya ayam ras petelur ini juga termasuk dalam tipe ayam yang bisa menghasilkan telur dan daging.

Ayam ras petelur ini sifatnya lebih tenang dan juga tidak gampang terkejut. Selain itu ukuran telur yang dihasilkannya juga lebih besar dari pada ayam petelur putih, sehingga harga telur coklat lebih mahal.

Ayam Pedaging

ayam pedaging
pixabay.com

Ayam pedaging adalah jenis ayam yang dagingnya sering kita makan sehari-hari. Ayam jenis ini menghasilkan daging yang cukup banyak dan berkualitas, itu lah sebabnya dikategorikan ke dalam ayam pedaging.

Ayam Potong/Broiler

ayam pedaging broiler
alatternakayam.com

Ayam pedaging ini adalah jenis ayam potong yang paling banyak dikonsumsi. Bila Sahabat Biru sering mendengar ayam potong, dengan warna putih, itulah ayam broiler.

Bulunya tebal dengan tingkat perkembangan yang jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan ayam buras. Pada umumnya dipelihara untuk kemudian dipotong dalam rentang waktu antara 5-7 minggu. Pada waktu tersebut ayam telah mencapai berat sekitar 1,3 kg sampai dengan 1,8 kg.

Ayam Buras

ayam pedaging buras
ayamkita.com

Ayam Buras disebut juga ayam bukan ras. Secara genetik, bila dibandingakan dengan ayam lainnya ayam buras memiliki fase pertumbuhan yang lebih lambat. Untuk mencapai berat tubuh penjualan ideal 1 kg – 1,5 kg saja butuh waktu sekitar 6-8 bulan.

Meski punya kekurangan dalam waktu pemeliharaan yang lama, namun daging ayam buras lebih unggul dibandingkan jenis ayam lainnya.

Kualitas karkas daging ayam buras sangat baik, karena mempunyai jaringan ikat yang rapat dan kuat.

Ayam Hias

ayam hias
pixabay.com

Ayam hias adalah jenis ayam yang biasanya dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, bukan sebagai hewan ternak. mungkin hal ini disebabkan keindahan dan keunikan yang dimiliki ayam jenis ini.

Ayam Batik

ayam hias batik
cara-memelihara.blogspot.com

Ayam batik adalah jenis ayam hias yang memiliki bulu bermotif batik. Ayam batik terbagi menjadi dua macam, yaitu Ayam Batik Kanada dan Batik Itali.

Ayam batik Kanada memiliki warna bulu hitam dan keemasan, sedangkan ayam batik Itali memiliki perpaduan antara warna putih dan hitam. Ayam Batik juga disebut dengan ayam Sebright yang berasal dari pengembang ayam ini yaitu Sir John Saunders Sebright.

Keunikan ayam batik terletak pada bulunya dan postur tubuhnya yang relatif kecil, bertelur kecil tetapi banyak dikembangbiakkan sebagai ayam hias.

Orang-orang Indonesia menyebutnya dengan sebutan ayam batik karena ciri khas warna bulunya yang menyerupai motif batik.

Asal-usul ayam ini bukanlah asli dari Indonesia, melainkan dari Itali Diduga bibit ayam ini berasal dari Itali, maka ayam sebright juga sering disebut dengan ayam Itali.

Ayam tersebut memang sudah ada di Indonesia sejak dahulu menurut cerita masyarakat yang sudah beredar, meski hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya.

Bahkan dulu ayam ini digunakan untuk dikonsumsi oleh beberapa orang yang memeliharanya. Hingga akhirnya ayam tersebut dibudidayakan dalam bentuk ayam hias sebagai lahan bisnis setelah diketahui bahwa ayam tersebut memiliki harga jual yang tinggi.

Ayam Kate

Ayam Kate
goodnewsfrom indonesia.id

Ayam kate mempunyai perawakan yang kecil, berkaki pendek, dan unik. Ayam jenis ini memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan ayam biasa, terutama dalam hal keindahan bulu, jengger, penampilan, dan tingkah laku.

Warna bulu ayam kate putih mulus, tapi ada juga yang hitam mulus atau hitam kehijauan. Jengger dan pial ayam kate sangat mencolok, karena besar dan merah. Ayam kate memiliki jengger berbentuk wilah, Kaki pendek abu-abu, serta Kuku dan paruh berwarna putih.

Ayam kate memiliki bentuk tubuh yang kecil dan sering dijadikan sebagai ayam hias.

Ayam kate jika dilihat secara fisik memang memiliki bentuk yang berbeda dengan jenis ayam kampung biasa. Tubuhnya yang kecil tentu saja membuat berat daging ayam kate juga kecil.

Meskipun tidak cocok sebagai ayam pedaging ataupun petelur, ayam ini sangat cocok dipelihara dan dirawat sebagai ayam hiasan di rumah. Harga ayam kate juga terbilang tinggi dan mampu menghasilkan telur yang baik meskipun tidak sebanyak ayam petelur.

%d blogger menyukai ini: