Kisah Pendaki Gunung Salak

4 min read

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Biru. Selamat pagi, siang, sore, malam, dimanapun Sahabat Biru berada semoga dalam keadaan sehat selalu.

Gunung Salak salah satu gunung yang dipercaya memiliki hal-hal mistis di dalamnya. Banyak kejadian aneh yang terjadi di sana. Seperti Jatuhnya Super Jet 100, Jeritan Wanita Meminta Tolong, Suara Gamelan, dan Pendaki Sering Hilan

Memang banyak hal aneh terjadi di sana. Tapi karena rasa penasaran dan kesenanganku untuk mendaki gunung, aku akan tetap mendaki nya.

 

Persiapan Mendaki

Persiapan yang kita siapkan seperti biasanya. Kata menyiapkan perlatan dan logistic yang harus dibawa. Tapi Alhamdulillah dipendakian kali ini aku sudah punya sepatu gunung. Jadi bisa mempermudah perjalananku.

Pendakian kali ini membutuhkan air minum yang lumayan banyak. Karena rute yang kita lalui jarang ditemui sumber air.

Kali ini aku mendaki dengan orang-orang yang berbeda. Yaitu aku, Dean, 1 teman kelasku bernama Ikram. Dan 2 temannya Dean bernama Jia dan Hadi. Sebelumnya kita tidak saling kenal karena rumah kita jaraknya berjauhan.

Persiapan logistic

  • Beras 2 gelas
  • Air minum 4L / orang
  • Minyak goreng
  • Mi instan
  • Bumbu masak instan
  • Lauk pauk
  • Makanan ringan
  • Obat-obatan

Persiapan peralatan

  • Daypack / Carrier
  • Jaket hangat
  • Sepatu gunung
  • Sarung tangan
  • Peralatan shalat
  • Peralatan masak portable
  • Tenda
  • Flysheet

 

Memilih Rute

Source : gurat garet

Rute yang kita pilih adalah rute yang paling dekat dengan rumah kita. Kita memilih rute Cidahu.
Medan di sepanjang jalur Cidahu didominasi oleh tanah padat dan akar pepohonan, beberapa tanjakan sadis siap menantang nyali, bahkan pada beberapa titik tanjakan, kamu membutuhkan bantuan tali untuk dapat melewatinya.

Kita memilih jalur Cidahu karena memang jaraknya cukup dekat. Bisa ditempuh oleh motor selama 1 jam 30 menit.

Kita membooking simaksi  via online agar lebih mudah. Kita membooking pada tanggal 8 september 2017. Pada saat itu weekday  tapi kebetulan sekolahku libur. Jadi di jalur pendakian nanti tidak akan penuh

 

Briefing

Source : Hipwee

Karena rumah kita saling berjauhan. Jadi kita berkumpul di titik yang sudah ditentukan, yaitu di rumah Jia. Aku dan Dean pergi ke rumah Jia jam 5 pagi. Sambil menunggu yang lain, kita membagi rata beban bawaan. Setelah beberapa menit menunggu ikran dan Hadi datang.

Kita berangkat ke tempat penukaran Simaksi menggunakan 3 motor. Sebelum berangkat kita briefing dan berdoa terlebih agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah briefing selesai kita pun berangkat sekita jam 6 pagi.

Setelah 1 jam setengah di perjalanan kitapun sampai di tempat penukaran simaksi. Kita diberi arahan oleh penjaga di sana. Kita pun menitipkan motor kita di sana.

 

Mulai Pendakian

Souce : hipwee

Pendakianpun dimulai. Jalur yang pertamakali kita lewati adalah perkebunan. Ketika melewati tempat itu aroma nya sangat bau sekali. Aku kira Ikram belum mandi. Ternyata perkebunan itu baru dipupuk oleh pupuk organik. Jadi jadi wajar baunya sangat menyengat.

Setelah 2 jam pendakian kita beristirahat sejenak. Karena memang jalur pendakian ini sangat menanjak. Ketika kita  beristirahat kita bertemu denga orang-orang yang sedang Trail Run.

Trail Run adalah olahraga seperti mendaki gunung tapi dengan berlari dan perbekalan yang sedikit. Karena mereka tidak akan bermalam di gunung itu. Mereka akan langsung turun lagi setelah mencapai puncak.

Kita pun melanjutkan perjalan. Kali ini aku di posisi belakang karena saat itu aku sedang kurang enak badan. Walaupun begitu aku harus terus melanjutkan perjalan. Karena itu kali pertama aku mendaki Gunung Salak yng konon memliki hal Mistis.ternyata benar, Setelah beberapa jam perjalanan. aku dan Ikram mendengar suara gamelan.

“Kram, kamu denger suara gamelan ga?”

“Eh iya loh, dari mana yah suaranya? Kan kita udah cukup jauh dari pemukiman”

Aku menanyakan hal yang sama ke Dean. Tapi jawaban Dean hanya “Ssssttt…”. Aku masih kebingungan dengan jawaban Dean. Jadi kita tetap melanjutkan perjalanan.

Beberapa menit kemudian kita sampai di pos terakhir yang terdapat keran untuk minum. Tapi sayang ketika kita hendak mengambil air. Airnya tidak mengalir. Kata pendaki lain airnya tersumbat . kitapun melanjutkan perjalanan dengan air yang tersisa sedikit.

 

Sampai Puncak

 

Alhamdulillah setelah beberapa saat kita sampai di Puncak Gunung Salak, atau yang lebih dikenal dengan Puncak Manik.

Karena rasa syukurku bisa sampai di puncak walau dalam keadaan sakit. Aku langsung bersujud beberapa saat. Setelah bangun dari sujud, aku langsung dikagetkan dengan keberadaan makan di sampingku.

Aku langsung bertanya-tanya, makan siapa itu. Beberpa orang bilang itu makan orang meninggal saat pendakian. Beberapa orng juga bilang itu makan sesepuh di sana. Makan siapapun itu kita harus menjaga sopan santun kita.

Dan di samping makan itu ada seperti bak mandi tempat penampungan air hujan. Tapi air dari tempat itu tidak bisa langsung diminun. Tapi harus dimasak terlebih dahulu.

Setelah beristirahat sejenak kita langsung membagi pekerjaan. Sebagian merapikan barang bawaan, sebagian mendirikian tenda, dan sisanya pergi mengambil air di samping makam dan salat duhur.

Sangat tidak beruntungnya aku, aku dapat tugas mengmbil air. Karena memang kita sedang membutuhkan air jadi aku pergi mengambil air. Hari memang masih siang, tapi di puncak itu cukup sepi. Dan ketika sendirian pikiran selalu memikirkan hal yang negatif.

Perlahan aku mengambil air dari bak itu sambil mengucap “Bismillah”. Tidak lama kemudian suara gamelan itu terdengar lagi. aku mulai membaca ayat kursi. Setelah selesai mengisi aku langsung lari kemabil ke teman-temanku.

Aku tak bercerita kepada teman-temanku. Karena ditakutkan ada hal yang kurang mengenakan terjadi. Jadi aku lebih memilih tutup mulut. Dan melanjutkan kegiatan.

 

Bermalam Di Puncak Manik

Souce : Pixabay

Hari pun mulai gelap. Kita mulai mengambil wudu untuk salat magrib dan isya. Setelah salat isya kita berniat untuk melakukan kegiatan berkemah. Seperti membuat makanan dan minuman hangat.

Namun sayang, cuaca tak mendukung. Hujan pun turun deras. Kita kembali ke tenda masing-masing karena kita memasang dua tenda.

Jam menunjukan jam 10 malam. Kita semua pergi tidur. Suhu malam di sana sangat dingin sekali. Sampai-sampai kakiku merasa keram kesakitan. Keram yang amat sangat sampai aku susah utnuk tidur. Tapi Alhamdulillah tidak lama kemudian rasa sakit itu hilang.

Pagi pun tiba. Ikram langsung menanyakan sesuatu .

“Zak, tadi malam  kau denger orang lari-lari sambil tertawa ga?”

“engga tuh”

Ikram bilang semalan dia mendengar hal-hal yang aneh. Begitu pun dengan teman-temanku yang lain. Aku begitu kenapa hanya aku yang tidak mendengarkannya. “daripada memikirkan yang tidak-tidak lebih baik aku pergi untuk Sammit Attack” pikirku.

 

Sammit Attack

Setelah sarapan pagi kita mau pergi Sammit Attack. tapi lagi-lagi cuaca kuang mendukung. Mungkin karena semalam hujan deras. Jadi waktu pagi hari, keadaan sangat bekabut.

Tapi kita tidak berdiam diri. Karena di kelompok kita ada seorang kameramen, jadi dia punya ide untuk pengambilan gambar-gambar yang bagus.

Hasil Foto

 

Perjalanan Pulang

Source : Download Arena

Matahari sudah mulai naik. Kita pun bersiap-siap untuk pulang. Sebelum kita pergi dari puncak salak. Suara gamelan itu terdengar lagi. kita mulai mempercepat pergerakan. Kita membacakan surat  Al Fatihah di makan yang berada di Puncak Salak.

Perjalan pulang kita di temanin lagi oleh orang-otang yang sedang melakukan Trail Run.selama di perjalanan kami berbincang seperti biasa. Tapi tak tau kenapa aku merasa sangat lelah sekali di tengah perjalan.

Perjalanan yang harusnya tidak memakan waktu lama. Jadi terhambat olehku karena rasa lelah ini. Ita jadi harus banyak beristirahat.

Setelah beberapa jam kita sampai di pos penitipan motor. Dan hal yang di anehkan adalah badanku malah terasa lebih segar dan bertenaga. Tapi Alhamdulillah dipendakian kali ini bisa dibilang SUKSES.


Gunung Salak

Dengan Misteri Yang Bekat

Ia Tetap Memikat

Suara Alam Yang Berkelakar

Membuat Diri Menjadi Berdebar

Tapi Mereka Menemani

Membuat Salak Dirindui

  • LYNKSAL
%d blogger menyukai ini: