fbpx

8 Macam Binatang Buas yang Harus Kalian Hindari

4 min read

macam macam hewan buas

Kita semua tahu bahwa banyak sekali macam-macam binatang di dunia ini. Ada binatang yang berukuran kecil seperti semut, ada juga binatang yang berukuran besar seperti paus. Ada binatang yang jinak dan ada juga binatang yang buas.

Tapi yang akan saya bahas kali ini adalah macam-macam binatang buas?

Kenapa binatang buas?

Binatang buas adalah salah satu kelompok binatang yang harus kita hindari. Kita harus mengetahui macam-macam binatang buas agar nanti jika kita bertemu dengannya, kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Berikut macam-macam binatang buas dan tips menghindarinya.

Harimau

macam macam binatang buas harimau putih
pixabay.com

Seperti yang saya sudah bahas di artikel sebelumnya tentang harimau, harimau adalah predator terbesar yang ada di darat.

Dari tipe makanannya pun sudah terlihat, harimau binatang karnivora yang dimana ia akan memakan daging binatang lain. Bukan hanya binatang saja yang ia makan, jika kita bertemu dengan harimau dan ia sedang lapar, kita bisa jadi santapannya.

Habitat kebanyakan harimau adalah di padang rumput atau di hutan dekat pegunungan. Harimau yang tinggal di hutan dekat pegunungan biasanya akan turun ke pemukiman warga jika habitatnya terganggu.

Nah, di saat itu lah Sahabat Biru harus berwaspada. Jika Sahabat Biru tidak mau berhadapan langsung dengan si kucing besar ini, mulai sekarang berhentilah mengganggu habitat mereka.

Sebenarnya harimau sama seperti kita, jika tempat tinggal kita terganggu, kita pun pasti akan melawan yang mengganggu itu.

Beruang

macam macam binatang buas polar bear
pixabay.com

Sudah banyak kejadian beruang masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan. Jika kita bertemu langsung dengan beruang saat sedang kelaparan, itu akan sangat berbahaya bagi kita.

Beruang termasuk ke dalam binatang buas karena ia memiliki cakar yang tajam dan badan yang besar, beruang memiliki macam-macam jenis yang berbeda.

Ada beruang madu yang makanan utamannya adalah madu, walaupun begitu jika ia merasa terganggu ia akan menyerang untuk melindungi dirinya.

Bertemu dengan beruang liar di alam adalah hal yang mengejutkan. Jika Sahabat Biru bertemu dengan beruang, berusahalah untuk tenang dan jangan panik. Berusahalah mundur secara perlahan dan hindari tatapan mata secara langsung.

Jangan lari, karena jika kita lari beruang itu akan mengejar kita, itu sudah menjadi insting seekor predator untuk mengejar mangsanya.

Pura-pura matilah ketika beruang sudah dekat dengan Sahabat Biru. Tutuplah leher menggunakan tangan sambil posisi tergulung, walaupun itu sulit tapi itu adalah cara terbaik.

Tapi jika beruang itu sudah mulai menyerang, seranglah balik menggunakan senjata yang ada, arahkan serangan itu ke matanya. Setelah mata beruang kesakitan, lari lah sejauh mungkin dari jangkauan beruang.

Gajah

gajah binatang buas
pixabay.com

Ciri utama dari binatang ini adalah badan yang yang besar, telinganya yang lebar, dan belalainya yang panjang. Binatang ini sebenarnya cukup akrab dengan manusia, bahkan banyak dari kita yang sudah bercengkrama dengan gajah di alam liar.

Tapi semua itu berbeda jika kita mengganggu habitat atau kehidupan gajah. Walaupun tidak seperti binatang buas lainnya, macam-macam kejadian tentang serangan gajah sudah banyak terjadi.

Contohnya seperti kejadian di Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh pada bulan agustus tahun 2019. Amukan gajah membuat warga mengungsi dari desa asal mereka.

5 kawanan gajah mengamuk di desa tersebut selama satu pekan lamanya. Diduga penyebab mengamuknya gajah karena habitatnya terganggu oleh aktivitas manusia.

Kuda Nil

kuda nil macam binatang buas
pixabay.com

Kuda Nil adalah salah satu mamalia terbesar yang ada di darat. Binatang bertubuh besar ini dapat ditemui di aliran sungai Nil.

Walaupun kuda nil memiliki kebiasaan bermalas-malasan di dalam air, binatang ini adalah satu binatang mematikan di Afrika. Diperkirakan ada 300 korban dari serangan binatang ini tiap tahunnya.

Tubuhnya yang terlihat gemuk bukanlah halangan baginya. Kecepatan lari kuda nil tidak bisa diremehkan, ia mampu berlari dengan kecepatan 28-30 km/jam. Dengan kecepatannya itu, tidak heran kuda nil mampu mengejar dan membunuh manusia.

Setelah mengejar dan membunuh manusia, kuda nil tidak akan memakan dagingnya, karena ia termasuk binatang herbivora.

Serigala

 serigala putih
pixabay,com

Binatang satu ini dikenal sebagai binatang pemburu yang handal dan bisa ditemukan di seluruh dunia. Biasanya, kawanan serigala memilih hidup di padang rumput, area pesisir, hutan, bahkan rawa-rawa.

Serigala hidup dalam sebuah kelompok, satu kelompok serigala biasanya terdiri dari 2-20 serigala. Hal ini tergantung oleh faktor-faktor tertentu seperti pasokan makanan dan habitat.

Indera pendengaran serigala 20 kali lipat lebih kuat dan penciumannya lebih tajam 100 kali dibandingkan manusia. Binatang ini juga memiliki penglihatan yang sangat tajam dan sensitif terhadap setiap gerakan. Hal itu disebabkan serigala memiliki retina reflektif atau tapetum yang bisa meningkatkan penglihatan saat malam hari.

Serangan serigala adalah hal yang jarang terjadi. Serangan serigala biasanya terjadi ketika ia mencium bau makanan di dekat mereka. Hal ini sering terjadi ketika berkemah didekat habitat serigala.

Jika Sahabat Biru merasakan ada keberadaan serigala di sekitar namun belum terlihat, maka mundurlah perlahan. Seperti pencegahan yang sebelumnya, hindarilah tatapan mata.

Rakun

rakun
pixabay.com

Rakun sering disandingkan dengan seorang pencuri karena bulu di sekitar matanya yang seperti menggunakan topeng pencuri. Tapi pada faktanya rakun ini memang sering sekali mencuri. Mereka sering masuk ke pemukiman warga untuk mencuri makan yang ada di tong sampah maupun di dalam rumah.

Di alam liar, rakun hidup selama 2 hingga 3 tahun, sementara itu rakun dapat hidup hingga 20 tahun di penangkaran.

Rakun dapat membuat lebih dari 50 suara berbeda untuk berkomunikasi. Rakun dapat mendesis, mendengkur dan menggeram, sering terdengar ketika bersaing untuk makanan.

Rakun umumnya aktif di malam hari, artinya mereka terjaga selama jam malam. Namun, karena ketersediaan makanan di daerah tertentu, rakun dapat terlihat sedang mencari makanan di siang hari.

Di negara-negara seperti Amerika, Jepang, dan Jerman, kemunculan rakun sering ditemukan di kawasan perkotaan.

Rakun suka menyerang tiba-tiba jika bertemu dengan manusia.Untuk mengantisipasi hal ini, jangan melawan rakun tanpa perlindungan dan sebaiknya panggillah pihak perlindungan alam liar atau ahli binatang terdekat. Jika Sahabat Biru terkena gigitan rakun, cuci luka dengan sabun dan pergilah ke dokter secepatnya.

Buaya

 buaya putih
pixabay.com

Buaya merupakan binatang reptil yang yang mempunyai bentuk fisik mirip dengan cicak, bedanya buaya ini punya tubuh yang berkali-kali lipat lebih besar.

Ekor buaya bertindak sebagai dayung ketika berenang, sehingga membantu bergerak cepat di dalam air.

Selain sangat cepat bergerak dalam air, buaya juga mampu berjalan di darat dengan kecepatan sekitar 45 km/jam. Dengan kecepatan tersebut, buaya bisa mengejar manusia.

Begitu Sahabat Biru menyadari keberadaan Buaya di perairan, maka berenanglah ke tepian dengan gaya yang menimbulkan percikan air sekecil mungkin.

Biasanya buaya ditemukan pada perairan yang terpencil atau teluk kecil, hindari berenang di perairan seperti itu.

Ketahuilah bahwa air adalah daerah teritori mereka, jika Sahabat Biru diserang dalam air maka lakukan perlawanan dengan menyerang mata dan hidung mereka.

Hiu

hiu putih
pixabay.com

Ikan hiu adalah salah satu dari bermacam-macam binatang buas yang sangat mematikan.

Hiu sering menyerang mangsanya dengan gigi yang tajam. Saking tajamnya, kadang hiu membunuh mangsa dengan satu kali serangan/gigitan yang menyeramkan.

Jika Sahabat Biru menyadari akan kehadiran hiu, berusahalah berenang ke tepian dengan secepat mungkin. Tapi jika sudah berhadapan dan cukup dekat, buatlah posisi berhadapan dengan posisi berenang tegak vertikal dan jangan memberlakanginya.

Sebisa mungkin jangan membuat percikan air dan jangan berenang menjauh darinya. Hiu akan menyangka kita adalah mangsa yang layak untuk dimakan jika kita membuat percikan dan berenang menjauh.

Satu lagi, hiu akan bereaksi sangat cepat terhadap darah, jadi hindari berenang di laut ketika memiliki  luka yang mengeluarkan darah.

Setiap macam binatang buas alaminya tidak suka untuk menyerang atau memangsa manusia. Mereka hanya memiliki insting untuk makan dan melindungi diri.

Jadi jika ada binatang buas yang menyerang kita, kita harus mengoreksi diri kita, apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap macam binatang.

%d blogger menyukai ini: