Perang Salib Versi Islam

3 min read

perang salib versi islam

Kali ini saya akan membahas tentang Perang Salib, tapi versi Islam.

Apa itu perang salib?

Kapan kejadiannya?

Siapa pelakunya?

Apa alasan di balik perang salib?

Singkatnya Perang Salib adalah sebutan bagi perang-perang di kawasan Timur Laut Tengah yang bertujuan merebut kembali Tanah Suci dari kekuasaan Islam. Namun sesungguhnya istilah “Perang Salib” juga digunakan sebagai sebutan bagi perang-perang di kawasan lain yang diestui Gereja.

Disini saya akan membahas semua itu dengan tuntas. Jadi sahabat biru bisa mengetahui seluk beluk kejadian perang salib.

Sejarah Perang Salib Menurut Islam

Sejarah Perang Salib Menurut Islam - sejarah perang salib
idntimes.com

Sejumlah ekspedisi militer yang dilancarkan oleh pihak Kristen terhadap kekuatan muslim dalam periode 1096-2073 M yang satu-satunyadikenal sebagai perang salib.

Hal tersebut disebabkan karena adanya dugaan bahwa pihak Kristen dalam melancarkan serangan tersebut didorong oleh motivasi keagamaan. Selain itu mereka juga menggunakan simbol salib.

Namun jika dicermati lebih mendalam akan terlihat adanya beberapa kepentingan individu yang turut mewarnai perang salib ini.

Berikut ini adalah beberapa latar belakang penyebab terjadinya perang salib:

  1. Bahwa perang salib merupakan puncak dari sejumlah konflik antara negeri barat dan negeri timur, jelasnya antara pihak Kristen dan pihak muslim.

Perkembangan dan kemajuan umat muslim yang sangat pesat, salah satu sebab timbulnyan kecemasan tokoh-tokoh barat Kristen. Terdorong oleh kecemasan ini, maka mereka melancarkan serangan terhadap kekuatan muslim.

Munculnya kekuatan Bani Saljuk yang berhasil merebut Asia Kecil setelah mengalahkan pasukan Bizantium di Manzikart tahun 1071. Kemudian Saljuk merebut Baitul Maqdis dari tangan dinasti Fatimiyah tahun 1078 M.

Kekuasaan Saljuk di Asia Kecil dan yerusalem dianggap sebagai halangan bagi pihak Kristen barat untuk melaksanakan haji ke Bait al-Maqdis. padahal yang terjadi adalah bahwa pihak Kristen bebas saja melaksanakan haji secara berbondong-bondong.

Pihak Kristen menyebarkan desas-desus perlakuan kejam Turki Saljuk terhadap jemaah haji Kristen. Desas-desus ini membakar amarah umat Kristen di Eropa.

  1. Bahwa semenjak abad ke-10 pasukan muslim menjadi penguasa jalur perdagangan di lautan tengah. Para pedagang Pisa, Vinesia, dan Cenoa merasa terganggu atas kehadiran pasukan lslam sebagai penguasa jalur perdagangan di laut tengah ini.

Satu-satunya jalan untuk memperlancar dan memperluas perdagangan mereka adalah dengan mendesak kekuatan muslim dari lautan ini. Maka dari situ mereka mulai merencanakan cara agar jalur perdagangan Islam tersingkir.

  1. Propaganda Alexius Comnenus kepada Paus Urbanus ll, Untuk membalas kekalahannya dalam peperangan melawan pasukan Saljuk.

Bahwa paus merupakan sumber otoritas tertinggi di barat yang didengar dan ditaati propagandanya.

Paus Urbanus II segera rnengumpulkan tokoh-tokoh Kristen pada 26 November 1095 di Clermont, sebelah tenggara Prancis. Sang Paus mengajak para pengikutnya mengangkat senjata peperangan untuk melawan umat Islam ketika ia berpidato di Clermont .

Tujuan utama Paus saat itu adalah memperluas pengaruhnya agar gereja-gereja Romawi akan bernaung di bawah kekuasaannya.

Dalam propagandanya, sang Paus Urbanus ll menjanjikan ampunan atas segala dosa bagi mereka yang bersedia bergabung dalam peperangan ini. Hal itu menyebabkan para umat Kristen semakin terpancing oleh seruan sang Paus untuk menyatukan negeri-negeri Kristen.

Dalam waktu yang cukup singkat sekitar 150 ribu pasukan Kristen berbondong-bondong memenuhi seruang sang Paus, mereka berkumpul di Konstantinopel.

Sebagian besar pasukan ini adalah bangsa Perancis dan bangsa Normandia.

“Perang salib berlangsung dalam kurun waktu hampir dua abad, yakni antara tahun 1095 – 1291 M., terjadi dalam serangkaian peperangan.”

Perang Salib 2 Versi Islam

Sejarah Perang Salib Menurut Islam - perang salib 2 versi islam
dzargon.com

Perang Salib 2 Diawali dengan bangkitnya kekuatan Turki Seljuk di bawah pimpinan Imaddudin Zengi yang berhasil menjatuhkan Country Edessa pada 1144.

Jatuhnya salah satu kekuatan pasukan salib tersebut segera ditanggapi serius oleh pemimpin gereja Eropa, Paus Eugenius III, yang menggantikan Paus Urbanus II. Pemimpin tertinggi umat Kristiani itu lantas membuat seruan untuk mengobarkan Perang Salib II pada 1 Desember 1145.

Tentara salib pada Perang Salib II mayoritas berasal dari dua kekuatan besar Eropa saat itu, antara lain:

  • Kerajaan Prancis, yang dipimpin oleh Louis VII
  • Jerman, yang dipimpin oleh Conrad III

Tentara salib yang berasal dari Jerman berangkat menuju Jerusalem pada bulan Mei 1147.

Setelah sampai, tentara Jerman langsung melakukan penyerangan ke Kota Iconium, Ibu Kota Kesultanan Rum. Berbeda dengan rencana awal, tadinya tentara Jerman harus menunggu dulu tentara Prancis agar kekuatannya semakin besar.

Benar saja pasukan Jerman mengalami kekalahan yang cukup telak, bahkan hampir dimusnahkan oleh pasukan  Turki Seljuk. Pertemupuran tersebut terjadi pada 25 Oktober 1147 M dalam pertempuran Dorylaeum. Hal itu mengharuskan pasukan Jerman harus mundur kembali ke Constantinopel.

Berbeda dengan tentara Jerman, tentara Prancis menuju Asia Kecil pada Juni 1147. Setelah sampai, Pancis bergabung dengan sisa tentara jerman yang masih ada.

Target utama dalam Perang Salib II yang sebenarnya adalah untuk merebut kembali Country Edessa. Akan tetapi pada akhirnya pasukan salib terkesan lebih mengutamakan target penaklukan wilayah Damaskus.

Setelah seluruh pasukan Jerman dan Prancis berkumpul di Jerusalem, Haute Cour yang memimpin Jerusalem meminta pasukan dari Eropa untuk mengarahkan target serangan mereka ke Damaskus.

Setelah sudah siap melakukan penyerangan, rencana pasukan salib itu diketahui oleh pasukan Muslim. Umat Muslim langsung bergerak melakukan penyerangan ke tenda-tenda perkemahan pasukan salib.

Setelah mengalami beberapa kali kekalahan, pasukan salib memutuskan untuk mundur dari Damaskus. Akhirnya rencana penaklukan Damaskus oleh pasukan salib berakhir dengan kegagalan.

Pada 1169, raja Almaric I dari Jerusalem melancarkan serangan ke wilayah Mesir bersama kerajaan Bizantium. Ketika itu Mesir dikuasai oleh pasukan Muslim. Namun serangan gabungan itu berakhir dengan kegagalan akibat dari minimnya bantuan logistik dari Eropa.

Pada 1171, Mesir dipimpin oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, keponakan dari salah satu jenderal besar pasukan Nuruddin Zengi. Sama seperti Khalid bin Walid, Shalahuddin Al-Ayyubi adalah salah satu panglima perang Islam yang sangat hebat.

Shalahuddin Al-Ayyubi telah berhasil menyatukan Mesir dan Syria dengan kecakapannya dalam pertempuran dan peperangan.

Pasukan pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi pu berhasil menguasai hampir seluruh ibukota penting Negara-negara salib di wilayah Asia Kecil.

Dampak Perang Salib

Perang Salib ini memiliki dampak cukup besar dan berkepanjangan.

Dampak Bagi Perdagangan

Sejarah Perang Salib Menurut Islam - dampak perang dunia pada perdagangan
pixabay

Perang Salib juga telah melahirkan jalur perdagangan baru. Para pedagang Eropa telah melakukan aktifitas perdagangan mereka.

Mereka mendirikan pusat-pusat perdagangan seperti Akka, Sidon, Ladhikiyyah dan lain sebagainya. Dari pusat-pusat ini mereka mengeskpor barang dari timur menuju Eropa. Oleh karena itu perdagangan abad ke-12 di pantai Shiria dikuasai orang Eropa.

Dampak bagi Islam

Sejarah Perang Salib Menurut Islam - ilustrasi umat islam bersatu
liputan6.com

Pengaruh Perang Salib terhadap Islam cukup positif, yaitu menumbuhkan dan memperkuat hubungan anatara umat Islam di dunia. Pengaruhnya yang lain adalah meng-ekspoe dunia Islam yang mempunyai kebudayaaan tinggi kepada dunia Barat.

Film Perang Salib

Sejarah Perang Salib Menurut Islam - film perang salib
denofgeek.com

Sejarah perang salib ini memang cukup mendunia. Karena mendunianya perang ini, ada beberapa film yang mengangkat latar Perang Salib, di antaranya:

  1. Kingdom of Heaven (2005)
  2. Arn : The Knight Templar (2007)
  3. Ironclad (2011)
  4. Robin Hood (2018)
  5. Season of The Witch (2011)

Semua cerita dari film itu bertemakan Perang Salib, tapi karena industri filmnya dari Hollywood, jadi sudut pandang di film itu dari para tentara gereja.

Itu tadi adalah pembahasan tentang Perang Salib versi Islam. Semoga dengan membaca artikel ini bisa membuat ilmu Sahabat Biru semakin bertambah. Sekian dan Terima Kasih.

%d blogger menyukai ini: